BERPRASANGKA BURUKLAH KAMU … MAKA ….

Sebelum membahas maksud  judul di atas, ada baiknya kita mengetahui makna atau arti dari “prasangka buruk”. Prasangka buruk atau yang sering kita dengar dalam bahasa agama adalah su’uzh zhan, yang terdiri dari dua kata, su’ yang berati jelek atau buruk dan zhan yang berarti prasangka, lawan dari husnuz zhan (atau prasangka baik). Prasangka buruk ini merupakan sebuah penyakit yang muncul dalam hati manusia, terkena pada siapa saja tanpa mengenal waktu, status dan strata sosial. Prasangka buruk ini muncul bila seseorang merasa ada sesuatu yang dirasakan sebagai yang “sesuatu yang merugikan” baginya secara fisik maupun non fisik, secara rasa (perasaan) maupun akal (rasional), yang terlihat mata maupun yang terdengar telinga. Sesuatu ini dapat datang berasal dari dirinya sendiri, sesama manusia, alam lingkungan sekitar, maupun (bahkan) dari Sang Pencipta Allah Azza wa Jalla. Baiklah kita kupas sedikit …

Dari dirinya sendiri, sebagai contoh seseorang yang ternyata diberikan sebuah kekurangan secara fisik/lahiriyah, walaupun ia menerima secara takdiriyah hanya ia merasa tidak mampu menjalankan aktivitas akibat kekurangan tersebut. Ia buta secara lahiriyah, ia merasa gelap dan sepi, ia mulai Read the rest of this entry »


Manusia Berperilaku Hewan, menurut Bahasa Al Qur’an

Dalam sebuah istilah bahwa manusia adalah Homo homini lupus (Manusia adalah serigala bagi yang lainnya) dan Homo homini socio (Manusia adalah teman bagi yang lainnya). Dua istilah ini adalah menggambarkan sosok manusia hubungannya dengan manusia lainnya, dipandang dari ilmu sosial yang dikemukakan oleh Plautus tahun 945 di negeri filsafat Yunani. Read the rest of this entry »


DEMOKRASI, Devide et Impera versi Modern bagi Umat Islam

Masih ingatkah kata-kata “Devide et Impera” dalam pelajaran sejarah kita? Apa arti dan makna dari kata itu? Menurut catatan, Devide et impera merupakan politik pecah belah atau disebut juga dengan adu domba adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Read the rest of this entry »


HIKMAH DARI SYARIAT (I),  SUNNAH FITRAH

Di setiap acara walimatul khitan, dipastikan dalam acara ada taushiyah yang mengingatkan kita yang hadir akan hikmah dari acara tersebut, yaitu dengan materi hikmah khitan dan anak sholeh. Diceritakan syariat khitan yang telah berusia sama dengan umur manusia di muka bumi ini dan dilazimkan kembali oleh nabi Ibrahim as, bapak para Anbiya wal Mursalin. Rasulullah SAW memasukkan syariat khitan ini ke dalam sepuluh macam jenis sunnah fitrah, yang dijelaskan dalam haditnya :

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : Lima perkara yang termasuk fitrah, yaitu : mencukur bulu kemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku“ (Hadits Riwayat Bukhari 5550, 5552, 5939. Muslim 257. Abu Dawud 4198. Tirmidzi 2756 dan ini lafalnya. Nasa’i10. Ibnu Majah 292)
Hadits yang lain dari Aisyah, dari jalan Zakariya bin Abu Zaidah dan Mush’ab bin Abu Syaibah dari Thalq bin Habib dari Abu Zubair dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Artinya : Sepuluh perkara yang termasuk fitrah, yaitu : memotong kumis, membiarkan jenggot, bersiwak (gosok gigi), memasukkan air ke dalam hidung (ketika berwudhu-istinsyaq), memotong kuku, membasuh ruas jari, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan , beristinja’ (dengan menggunakan air)“ Zakaria berkata, “Mus’ab berkata, Aku lupa perkara yang kesepuluh. Kalau tidak salah adalah berkumur” (Hadits Riwayat Ahmad VI/137. Muslim 261. Nasa’i 5040. dan Tirmidzi 2757).

Yang menjadi pertanyaan, apa sih sunnah fitrah itu? Apa tujuannya? Dan mengapa kesepuluh hal yang dijelaskan dalam hadits tersebut menjadi bagian dari sunnah fitrah? Apa hikmah yang terkandung di dalamnya? Read the rest of this entry »


Nama Rasulullah SAW dalam Kitab Terdahulu

Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW memberikan arahan berkenaan isi dari kitab-kitab terdahulu ketika ditanya oleh shahabat adalah jangan membenarkan seluruhnya dan juga jangan mendustakan seluruhnya. Hal ini sebagaimana tercantum dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dalam kitab Bukhori, Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, “Dahulu, Ahli Kitab membaca Kitab Taurat dengan bahasa Ibrani dan menafsirkannya ke dalam bahasa Arab untuk kaum Muslimin. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian benarkan perkataan Ahli Kitab dan jangan pula kalian dustakan mereka, akan tetapi katakanlah, ‘Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami’.” (HR Bukhari [4485]). Mengapa demikian? Read the rest of this entry »


Bila Seorang Muslim malu akan Kemuslimannya

Ada sebuah cerita dari negeri Fashion dunia, Paris. Seorang muslimah berpakaian purdah (salah satu jenis pakaian muslimah yang menggunakan penutup wajah) masuk ke sebuah toko swalayan untuk membeli keperluan sehari-harinya. Ia mengambil barang yang dibutuhkan di rak pajangan barang-barang. Selama ia melakukan aktivitas itu banyak mata yang selalu melirik kepadanya. Setelah selesai mengambil barang yang dibeli, ia langsung ke kasir untuk melakukan pembayaran. Ternyata, sesampai di kasir ia dicuekin sang kasir, muslimah ini tetap dalam kondisi sabar dan meletakkan keranjang belanjaan di atas meja kasir. Kemudian sang kasir mulai membuat ulah lain dengan mengambil barang dan memasukan ke kantung pesanan secara kasar.  Sang muslimah tetap menanggapi dengan ramah atas perlakuan sang kasir. Barangkali dengan balasan yang lemah lembut membuat sang kasir naik pitam dan melontarkan kata-kata pedas, “Hai…Anda! bukan Anda saja yang muslimah, saya pun seorang muslimah, Read the rest of this entry »


(Selamat) TAHUN BARU

Apa yang dilakukan di tahun baru? Read the rest of this entry »


Musim Kampanye = Musim Kotor-kotor (sepanjang waktu)

Berlebihan sekali judul di atas … . Read the rest of this entry »


MEMBELI CINTA

Seseorang sangat pasti butuh apa itu namanya ‘CINTA’, cinta dari orang-orang yang terkasih, cinta dari orang-orang yang dicintai. Dengan cinta semangat hidup akan menggebu-gebu menoreh hasil optimal, meraih prestasi, dan meninggalkan prasasti. Tapi juga dengan cinta, apalagi tanpa cinta, hidup akan terasa tanpa makna, meninggalkan hasil jauh dari minimal apalagi optimal, membuat frustasi lalu mundur diri dari duniawi. Apalah arti hidup tanpa cinta, Read the rest of this entry »


Ulama Bersertifikasi, Maybe Yes – Maybe NO

Baru-baru ini terjadi polemik yang dikondisikan dengan memunculkan wacana “ulama bersertifikasi” yang di-ide-kan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Alhasil, jelas pasti pernyataan ini menimbulkan kontrovesi alias ada kubu pro dan kontra tentang ide tersebut. Dari kubu yang pro, memiliki pemikiran bahwa dengan adanya pensertifikasian ulama maka tidak akan adanya muncul ulama abal-abal, mengurangi tindak radikalisasi umat Islam dengan label teroris yang sudah tersemat bagi sebagian kelompok tertentu, menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi pemeluk lain atau kelompok lain yang merasa berseberangan ide pemikiran, dan masih banyak lagi. Sementara dari kubu yang kontra, Read the rest of this entry »


Orangtua Instan

Apa beda antara mie instan dengan orangtua instan? Sebuah pertanyaan yang muncul dalam sebuah perbincangan. Teman menjawab perbedanya sangat tipis, karena sama-sama instan, sama-sama ingin cepat saji. Lanjutnya, kalau mie instan produk makanan siap saji dalam waktu kurang dari 10 menit ‘tanpa susah dan bingung’, sementara orangtua instan Read the rest of this entry »


PROVOKATOR

Provokator, memiliki makna orang yang memprovokasi sesuatu agar melakukan sesuatu yang sesuai dengan apa yang diinginkan oleh orang yang memprovokasi. Tapi perlu kita ketahui pula, dalam Bahasa Indonesia, provokasi memiliki arti pancingan, tantangan atau membangkitkan perasaan atau tindakan. Dan memiliki sinonim lain pula dalam bahasa Indonesia, agitator, penghasut dan pengasung. Dalam keseharian, kata provokasi ini cenderung bermakna negatif yaitu memanasi situasi supaya terjadi sesuatu yang tidak diinginkan yang diprovokasi. Padahal arti provokasi ini memiliki dua sisi makna negatif atau positif tergantung pada penempatannya. Contoh kalimat dari bahasa asalnya, “His jokes provoked a lot of laughter from audiences” yang berarti leluconnya menimbulkan gelak tawa dari para penonton. Read the rest of this entry »


Antara “Kumaafkan” dengan “Maafkan aku”

Mana yang utama antara “minta maaf“ dengan “memberi maaf“ ? Jawabannya tergantung kebutuhan…tapi bila ditilik dari sisi syariah “memberi maaf” lebih utama daripada “minta maaf”, mengapa? Read the rest of this entry »


Tanpa Judul tentang DUNIA (Sebuah Permainan)

Ada beberapa pertanyaan yang sangat menggelitik bagi kita dalam melihat kehidupan di dunia ini:

  1. Pernahkah kita berfikir bahwa perputaran ekonomi dunia ini berjalan apa adanya tanpa Read the rest of this entry »

Protokol XXIV Read the rest of this entry »


Protokol XXIII Read the rest of this entry »


Protokol XXII Read the rest of this entry »


Protokol XXI Read the rest of this entry »


Protokol XX Read the rest of this entry »


Protokol XIX Read the rest of this entry »

GoesPrie

July 2014
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Blog Stats

  • 103,785 hits

Archives

Kategori

Toko Buku Online

Tamu Online

web counter

Asale Tamu2

free counters

Traffic

Free Arabic Course

6 Day Course

Beli Buku Online

Toko Buku Online

Web Stat_Mau Gabung?

Web-Stat web traffic analysis

PaidReviewIndonesia_MAU???

Paid Review Indonesia

AdBrite_MAU juga?

HostGator-Reseller

Top Rated

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 893 other followers

%d bloggers like this: