Nasehat Bagi Perokok Tulen

Rokok memang nikmat (kata orang), rokok simbol kejantanan (kata orang, lalu bagaimana yang merokok wanita?), rokok bisa menghilangkan stress dan meningkatkan konsentrasi (kata para perokok), dan sebagainya bahasa iklan rokok dari mulut ke mulut. Itu belum lagi yang lewat media elektronik, yang sekarang berkreatif ria mengemas iklannya. Tapi tahukah apa kandungan yang terdapat dalam rokok, ketika terjadi proses merokok? Atau efek bagi perokok aktif dan perokok pasif? Marilah dengan akal sehat kita mengkaji ilmunya.

Kandungan Rokok

Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas linthingnya, dan zat perasa ternyata mengandung kurang lebih 4000 zat kimia yang sangat berbahaya. Zat-zat kimia tersebut sering disebut racun bagi kehidupan, yang antara lain adalah polonium-201, acetone, amoniak, naphthalene, DDT, arsenik, hydrogen cyanida dan lain-lain. Dan yang terbanyak adalah zat Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Hebatkan. Lucunya para perokok terkadang berdalih, untuk apa Tuhan menciptakan tanaman tembakau kalau tidak untuk dinikmati (ini komentar orang ngeyel mas).

Zat Tar yang terkandung dalam rokok merupakan zat pemicu penyakit kanker, dan diketahui penyakit kanker adalah penyakit papan atas di daftar klasemen penyakit yang mematikan sedunia.

Zat Nikotin adalah zat yang membuat perokok merasa ketagihan seperti halnya dengan heroin, amfetamin dan kokain. Zat ini mempengaruhi perilaku akal pada manusia, seperti perasaaan nyaman dan melayang (fly). Zat ini menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan organ jantung, seperti stroke. Penyakit ini sama halnya dengan kanker yang menempati papan atas dari klasemen penyakit yang mematikan sedunia.

Zat Karbon Monoksida adalah gas beracun yang mematikan, sama dengan asap knalpot kendaraan bermotor. Zat ini menyerang dan merusak organ pernafasan, peredaran darah dan organ reproduksi dan jaringan otak pada manusia.

Reaksi Kimia yang terjadi dalam Rokok

Proses pembakaran pada rokok tidak berbeda dengan pembakaran pada bahan padat lainnya. Unsur yang terkandung dalam rokok adalah Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), Sulfur (S) dan unsur lainnya dalam jumlah yang lebih kecil. Rokok diformulasikan secara kimia yaitu sebagai CvHwOtNySzSi (karena saya bukan orang kimia, jadi tidak bisa membacanya).

Ada beberapa reaksi yang terjadi ketika proses pembakaran (perokokan) berlangsung, yaitu:

  • Reaksi rokok dengan oksigen yaitu saat terjadi pembakaran pada ujung rokok dengan suhu tinggi kontak dengan oksigen di sekitarnya. Reaksi ini menghasilkan CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 , bayangkan zat ini yang dinikmati oleh para perokok, keluarga perokok, orang lain yang tidak merokok (waduh ala biyung, dosanya seberapa banyak) .
  • Reaksi kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen yang disebut dengan Pirolisa. Reaksi inilah yang menghasilkan ribuan zat beracun dan berbahaya lainnya, dan di antaranya yang disebutkan di uraian di atas. Bayangkan ribuan zat ini mengalir ke dalam saluran pernafasan Anda, ke dalam aliran darah Anda dan masuk ke seluruh organ penting Anda yang ada di dalam kepala maupun yang ada di dalam rongga dada dan perut Anda, termasuk orang-orang yang Anda cintai yang Anda zhalimi.
  • Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas. Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.

Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi di lain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka. Jadi bisa diumpamakan bahwa seseorang merokok sama dengan ia merokok cerobong asap sebuah pabrik atau knalpot sebuah kendaraan bermotor. Hebat khan, seorang perokok itu adalah manusia kuat.

Tips Bagi Perokok Tulen

Tips ini ditujukan pada perokok tulen yang dapat menikmati rokoknya tanpa mengganggu orang lain (katanya berdosa lho, bila orang lain terganggu akibat perbuatannya dan di akhirat orang-orang ini/yang dizhalimi akan menuntut minta keadilan kepada Al Hakim Allah SwT).  Tips tersebut adalah:

  1. Merokoklah di ruangan tertutup agar orang lain tidak terganggu dengan asap rokok yang ditimbulkan. Kalau bisa tidak ada sedikitpun asap rokok yang keluar/dibawa keluar dari ruangan tersebut.
  2. Bila Anda merokok dan ingin tetap beraktivitas bersama orang lain di luar, dan orang lain tidak terganggu, rancanglah sebuah helm khusus untuk merokok…ya…seperti helm astronot tapi dibuat lebih besar.
  3. Jangan membuang sisa rokok (abu atau puntungnya) Anda sembarangan, agar Anda termasuk orang yang beriman, yang selalu menjaga kebersihan. Caranya: jadikan kantung pakaian Anda sebagai asbak rokok atau lebih ekstrim lagi, Makan habis tanpa tersisa.
  4. Atau buat sebuah komunitas perokok berat, dan kumpulkan donasi Anda bersama komunitas Anda untuk membeli sebuah planet untuk orang-orang yang bukan perokok sebagai ganti setiap jengkal tempat yang Anda pakai untuk merokok.

(3 Pebruari 2010, GOESpRIE), sebuah perenungan untuk para perokok.

About these ads