Bahan Dasar Penciptaan Makhluk Hidup

Bahan dasar apakah yang digunakan untuk penciptaan makhluk hidup oleh Allah SwT berdasarkan dalil yang ada? Sebelumnya harus kita ketahui bahwa makhluk hidup yang ada harus dikategorikan dulu jenis macamnya. Semua itu adalah manusia dan seluruh ras yang ada, tumbuhan serta hewan dengan berbagai spesiesnya, jin dan seluruh rasnya, malaikat, dan terakhir adalah bidadari…nah lho. Semua itu adalah makhluk ciptaanAllah yang dapat berkomunikasi secara verbal dan menggunakan bahasa lisan, kecuali jenis tumbuhan atau hewan planktoon. Lho, kok hewan dimasukan? Memang hewan dapat berkomunikasi dengan manusia atau makhluk lainnya? Baca deh terusannya…

1.Malaikat  (elemen Cahaya)
Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan bahan dasarnya cahaya, hal ini disinggung di dalam hadits Rasulullah dalam riwayat Imam Muslim, yang artinya: “Malaikat telah diciptakan dari cahaya”. Mereka memiliki tugas luar biasa tetapi tugas utamanya adalah selalu dan selalu bertasbih dan bertahmid kepada Allah SwT. Mereka ada yang tinggal hanya di langit, di langit dan di bumi, dan di bumi saja. Catatan: bumi dalam pengertian yang memiliki kehidupan.

2.Jin (elemen Api)
Jin merupakan makhluk Allah yang diciptakan jauh sebelum penciptaan manusia, yang diciptakan Allah dari api. Hal itu dijelaskan dalam Al Qur’an Surat Al Hijr (15) ayat 27 yang artinya, “Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas”. Atau pada QS. Ar Rahman (55) ayat  15 yang artinya, “dan Dia menciptakan jin dari nyala api”.  Atau berdasarkan pengakuan jin sendiri yang ketika disuruh sujud (hormat) kepada manusia kemudian ia menolak dengan alasan superior mereka terhadap manusia, bahwa ia lebih baik karena diciptakan dari api sementara manusia dari tanah. Pengakuan ini direkam dalam QS.Al A’raf (7) ayat 12, dan QS. Shaad (38) ayat 76.

3.Manusia (elemen Tanah)
Manusia berdasarkan dalil yang jelas, diciptakan oleh Allah dengan bahan dasar tanah dan ini banyak tertulis dalam Al Qur’an dengan melalui beberapa proses sehingga membentuk manusia. Untuk proses penciptaan awal, Allah langsung mengolah melalui unsur-unsur tanah yang dibentuknya seperti wujud manusia dalam hal ini adalah Adam as. Kemudian untuk proses penciptaan kedua, yaitu pasangan Adam as berasal dari bagian tubuh Adam as (keterangan Hadits, tulang rusuk kanan yang bengkok – ide awal kloning ilahi) yang melalui Ilmu dan Kuasa Allah dengan dua proses ini Allah cukup menyatakan dengan kata-kata “Kun” atau  “Jadi”. Setelah dari dua proses awal adalah proses alamiah melalui pembuahan unsur Adam (laki-laki-sel sperma) dan unsur Hawa (perempuan-sel ovum), tetapi pada intinya juga kedua unsur ini merupakan saripati dari tanah yang terproses melalui rantai makanan dan metabolisme tubuh manusia. Dan ada satuhal lagi adalah proses penciptaan Isa as yang hanya membutuhkan sel ovum saja, melalui kekuasaan Allah Al Jalal Al Kabir dengan menggunakan kata-kata “Kun”. Jadi kalau diringkas ada 4 model penciptaan manusia oleh Allah yang melalui Ilmu Allah, segala sesuatu dapat terjadi sebagai bentuk ujian bagi manusia berkenaan dengan Ilmu dan Kuasa Allah SwT.

4.Bidadari (elemen Air)
Bidadari merupakan bahasa Sansekerta, makhluk ciptaan Allah berkelamin wanita yang terdapat di surga. Dalam Islam istilah bidadari ini disebut dengan “huurin ‘iin” atau “huurun ‘iin” yang diperuntukan bagi hamba Allah manusia dan jin yang taat kepada Allah, jauh dari syirik, memiliki kelebihan amal sholeh ketika hidup di dunia. Proses penciptaannya menurut hadits adalah berasal dari tetesan air yang mengalir atau turun dari awan yang terdapat di syurga yang berada di bawah ‘Arsy Allah. Mereka ini disebut juga dengan Al Maqshuuraat atau yang terjaga dari segala pandangan makhluk kecuali suami mereka kelak di syurga. Mereka memiliki sifat-sifat:  a)Huurun Maqshuuraat (QS.37:48, 55:72), yaitu makhluk cantik yang selalu putih bersih dan terpingit (di syurga), atau b)Huurun atraaban (QS.56:38), yaitu makhluk cantik syurga yang selalu berumur sebaya sekitar 17 hingga 25 tahunan, atau c)Huurun ‘Uruban (QS.56:38), yaitu makhluk cantik syurga yang selalu perawan dan penuh cinta dan d)Huurun muthahharoh (QS.2:25), yaitu selalu suci dari segala hadats dan najis (bisa jadi dikatakan tidak memiliki alat pencernaan dalam). Fisik mereka bagaikan mutiara yang terpelihara dalam cangkangnya, putih bersih mengkilap dan tembus pandang, sebagaimana dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa kulit mereka dapat tembus pandang hingga sumsum betis mereka terlihat, bagaikan melihat kawat perak dalam permata yaqut. Atau di riwayatkan pula, andaikan suami mereka meletakkan tangannya di pundak badadari ini maka ia akan dapat melihat tangannya itu dari dada istrinya (bidadari) di balik baju daging dan kulitnya. (Sumber: An Nihayah : Fitan wa Ahwal Akhir Az Zaman – Ibnu Katsir).

5.Hewan (elemen Minyak atau Tanah)
Mengapa dicoba hewan dimasukkan ke dalam bagian makhluk ciptaan Allah berbahan dasar tanah atau minyak? Sebagai catatan, atas izin Allah ada beberapa hewan yang dapat berbicara langsung dengan manusia artinya dengan bahasa manusia, atau manusia yang memahami bahasa hewan. Mereka itu antara lain: semut dan burung hud-hud Sulaiman as (QS.27:18-23), Al Jasasah, Dabbah minal ‘Ardhi (menjelang kiamat). Mereka diciptakan Allah dari elemen unsur tanah dan atau minyak, mengapa? Coba simak akan hal ini, ketika jin mati maka ia akan kembali ke api, manusia mati akan kembali ke tanah, sementara hewan ketika mati ada sebagian kembali ke tanah dan ada juga berubah menjadi minyak (catatan: minyak bumi ini berasal dari fosil hewan tertentu yang mati jutaan tahun yang lalu tertimbun dalam bumi yang berubah menjadi sejenis minyak bumi). Wallahu a’lam bish shawwab.

(GoesPrie, 11 – 5 – 12)

About these ads