SALAH PAHAM TERHADAP ISLAM

Banyak orang-orang salah paham terhadap ajaran Islam, baik orang-orang di luar Islam maupun orang Islam sendiri. Hal itu dikarenakan karena kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam, atau akibat dari sebuah konspirasi terhadap ajaran Islam, atau orang Islam sendiri yang salah mengaplikasikan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-harinya sehingga menjadi referensi bagi orang luar Islam dalam memahami Islam. Mengapa sih salah paham?

Penyebab salah paham terhadap Islam tersebut adalah:
1.Kurangnya pemahaman terhadap ajaran Islam
Umat Islam sekarang yang jelas telah jauh dari Rasulullah SAW dan para Salafus sholeh yang memahami Islam secara kaffah, hanya memahaminya melalui jalur ilmu dengan menapaki jejak-jejak mereka. Terkadang umat yang berikutnya ini terutama bagi sekedar pengikut cenderung berkutat pada masalah furu’iyah (cabang-cabang dalam fiqih) sehingga lupa akan hal yang ushul (pokok-pokok). Ini diperparah lagi dengan mulai banyaknya Allah mencabut ilmu-Nya di bumi ini dengan cara Allah mewafatkan para ulama yang sholeh. Semangat untuk mempelajari ajaran Islam sebagai sebuah kewajiban menjadi sangat sangat berkurang, walaupun ada hanya sekedar referensi terjamahan kitab-kitab yang ada di masing-masing wilayah di dunia ini dengan segala keterbatasan memahaminya. Sikap malas dan enggan mendalami lautan ilmu yang berasal dari Al Qur’an dan Sunnah semakin menjadi-jadi, yang Allah sendiri telah mengindikasikannya dalam Qur’an Surat Al Furqon (25) ayat 30 dimana Rasulullah SAW menyampaikan indikasi tersebut, “Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan“. Termasuk juga keengganan untuk mempelajari bahasa Al Qur’an dan As Sunnah yaitu bahasa Arab.

2.Akibat dari sebuah bentuk konspirasi terhadap ajaran Islam
Tidak dipungkiri bahwa ketika menegakkan Islam di muka bumi ini luar biasa tantangannya, baik dari internal umat ini maupun eksternal. Kekuatan eksternal dalam mengganggu keshahihan ajaran Islam sangat gencar, yang sudah Allah uraikan secara sederhana dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 120,“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka”. Dan seolah gayung bersambut dengan perilaku umat Islam sendiri yang memiliki sifat suka meniru-niru, sebagaimana Rasulullah SAW sinyalir bahwa umat Islam suatu kelak akan membebek kepada umat lain secara selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, hingga sekiranya mereka masuk lubang biawak umat Islam ikut serta. Konspirasi mereka terhadap umat ini berkenaan dengan beberapa ajaran dalam agama Islam, seperti masalah Jihad, masalah waris, masalah poligami, masalah akar tradisonal kebudayaan, hak azazi manusia, kebebasan wanita, pendidikan jinsiyah (s3x) dan lain-lain yang sedang mereka propagandakan. Hasilnya membuat umat Islam sendiri berada dalam kebingungan pemahaman.

3.Salah aplikasi ajaran Islam oleh umat Islam
Ketika umat Islam mengaplikasikan sebuah ajaran Islam sering terjadi kesalahaplikasian dalam kehidupan sehari-hari sehingga hal-hal demikian digeneralisasi oleh orang-orang di luar Islam terhadap ajaran tersebut. Contoh-contoh keseharian :
a.Masalah warisan, umat Islam semakin banyak yang tidak menerapkan syariat waris, alasan sederhana mereka menganggap sudah tidak zamannya dan kurang adil. Apakah Allah Yang Maha Adil kurang adil dalam menetapkan hukum-Nya? Memang ilmu yang hilang pertama adalah masalah waris dan yang terakhir masalah kekhusyu’an dalam sholat.
b.Masalah adat kebudayaan berkenaan dengan ibadah, umat Islam sering mensinkretisasi ajaran (bahasa : mencampur adukkan) Islam terutama dengan budaya-budaya nenek moyang atau ajaran leluhur. Padahal para leluhur atau nenek moyang mereka belum tentu dipandu oleh hidayah Allah. Apakah Allah salah memahamkan konsep ibadah atau kurang afdhal dalam pelaksanaannya ketimbang apa yang telah dilakukan oleh para leluhur/nenek moyang?
c.Masalah poligami (poligini = beristri lebih dari satu), banyak cletukan orang luar ketika menilai orang Islam ketika orang luar ingin masik Islam dengan kata-kata “Oh…mau masuk Islam ya supaya bisa dapat bini lagi?”. Atau  “Tuh orang Islam…kerjanya bisa kawin cerai-kawin cerai…”. Atau “Tuh b360 amat perempuan Islam, mau dimadu…”. Atau lebih sinis lagi “Tuh kambing berot (sebutan untuk orang kiyai atau ustadz dengan tampilan berjenggot) mau kawin lagi…/tukang kawin” dan seabrek sindiran dan ejekan berkenaan dengan masalah ini. Naudzubillah. Satu sisi perzinahan merajalela dengan segala bentuk dengan tampilan syariat maupun jahiliyah… . Tsuma naudzubillah.
d.Masalah Jihad, ketika Islam mencoba membela diri dari gempuran orang ingin/akan menghancurkan Islam berupa perlawanan fisik,… maka yang muncul statement “teroris” dan sayangnya terkadang diikuti oleh orang-orang yang mengatasnamakan Islam untuk menambah rumet terhadap pemahaman syariat Jihad dalam Islam. Padahal ada beberapa negeri (negara) yang mengatasnamakan anti teroris (kontra teroris) justru mereka menteror negara lain dengan segala cara.
e.Sosok muslimah yang menjalankan syariat tetapi ia tidak menunjukkan seorang muslimah, dan atau mereka tampil di depan umum dengan corong membela syariat atau persamaan wanita (maaf kalau ada yang tersinggung: di dalamnya termasuk kelompok JIL atau tokoh wanita muslimah yang tidak mengenakan pakaian layaknya sebagai seorang muslimah), dan lain-lain. Wallahu a’lam bis shawwab.

Wahai saudaraku, mari kita belajar kembali Islam melalui tarbiyah… dan mohon kepada Allah semoga selalu memberikan petunjuk dan keselamatan kepada kita, dan terhindar dari segala fitnah.

(GoesPrie, 1 – 6 – 12)

About these ads