Aku Ingin Anak Sholeh/Sholehah (2)

Syarat terwujudnya seorang anak sholeh/sholehah adalah faktor tauladan yang merupakan faktor utama. Faktor utama kedua adalah faktor rizki yang didapat.  Dapat diibaratkan bahwa tauladan itu merupakan sebuah perlakuan yang bermakna bagi sebuah tanaman, sedangkan rizki adalah sebuah pupuk penyubur bagi tanaman. Dapat dibayangkan bagaimana bila sebuah tanaman diperlakukan kasar oleh pemiliknya dan diberi pupuk yang beracun, dapat dipastikan tanaman itu akan dijamin mati. Bagaimana bila itu terjadi pada anak kita?

Jangan Anda tanya, mengapa banyak perilaku manusia semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan? Apakah mereka berpendidikan rendah? Apakah mereka termasuk golongan orang-orang yang tidak berperadaban? Jawaban itu sudah ada pada Anda. Justru banyak perilaku manusia semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan yang melakukannya adalah orang-orang yang berpendidikan bahkan berpendidikan tinggi. Banyak orang yang melakukan pelanggaran dan jauh dari nilai-nilai kemanusiaan adalah orang-orang yang mengaku beradab dan memiliki sebuah peradaban maju. Jawaban yang tepat adalah ada sesuatu yang memasuki dalam diri mereka seperti virus yang merusak sistem nilai-nilai kemanusiaannya. Virus itu tidak lain adalah rizki yang tidak halal, yang masuk ke dalam tubuh mereka.

Memang hal ini tidak ilmiah dan tidak masuk logika, tetapi bila dipandang dari sudut keimanan dapatlah diterima. Dalam sebuah kisah, Rasulullah mengomentari seseorang yang sedang beribadah dan seseorang tersebut seperti seorang yang zuhud, tetapi ibadah dan doanya tidak diterima Allah. Para sahabat ketika itu heran dan bertanya, mengapa bisa demikian? Rasul menjawab dengan hal sederhana yaitu dalam dirinya masuk barang-barang yang haram dan apa yang dipakainya dari barang-barang yang haram. Bahkan dari rizki yang tidak halal alias haram yang masuk ke dalam tubuh tidak hanya menimbulkan penyakit yang tidak nampak, penyakit hati tetapi juga bisa dalam wujud penyakit yang nampak di perilaku seseorang.

Dari ilustrasi di atas jelaslah, bagaimana kita akan mendapatkan seorang anak yang sholeh atau sholehah bila dalam tubuh mereka mengalir rizki yang tidak halal. Layaknya sebagai tumbuhan, bila pupuknya kurang baik maka akan tumbuh dan berkembang dengan tidak baik pula.

(2 Pebruari 2010, GOESpRIE)