Keluarga SAMARA (1)

Setiap pasangan keluarga baru, bari (terj. lama) maupun yang mau baru (para calon) pasti mendambakan yang namanya keluarga SAMARA atau yang dipanjangkan keluarga SAkinah, MAwaddah, dan RAhmah. Sebuah cita-cita yang tinggi dalam membina keluarga yang penuh kedamaian, kerukunan, kasih dan sayang. Banyak hal yang perlu disiapkan dan yang perlu dilaksanakan dalam menuju keluarga Samara. Tapi alangkah baiknya kita bahas, apa sih makna dari Samara (Sakinah, Mawaddah dan Rahmah) itu. Di bawah ini paling tidak mengungkap sekulit makna dari Samara.

Sakinah

Sakinah menurut arti umum adalah tenang, tenteram, ketenangan. Dalam QS.30:21 disebutkan tujuan dijadikannya pasangan hidup adalah litaskunuu ilaiha , agar supaya merasa tenteram terhadap pasangannya (suami atau isteri). Mengapa menjadi tenang? Kita ketahui bahwa seseorang ketika sudah masuk pada fase yang seharusnya ia berkeluarga tetapi belum mendapatkan pasangan hidup maka dalam dirinya merasa gelisah. Gelisah karena gejolak perasaan, khawatir tidak ketemu pasangan hidup. Gelisah karena gejolak libido yang mengganggu aktivitas syahwatnya. Gelisah karena tidak ada teman berbagi rasa dan duka (kalau masih pacaran itu cuma bo’ongan, karena berbagi kebohongan demi kebohongan, cek ile…). Khawatir bila ia terpeleset…set, gedebug dan terjerumus…mus, susah bangunnya.

Makanya ketika seseorang sudah mendapatkan pasangan hidup tumbuh dalam dirinya sebuah ketenangan bathin, ketenteraman jiwa dan tumbuhlah rasa cinta kasih yang luar biasa, seolah dunia hanya milik mereka berdua (ini untuk yang sudah berkeluarga) yang lain ngontrak.

Mawaddah

Mawaddah artinya cinta, dan kasih sayang. Cinta dan kasih sayang yang tumbuh secara fitrah kemanusiaan terhadap pasangan hidupnya. Cinta dan harapan menyatu dalam ikatan keluarga melalui pernikahan. Cinta yang tumbuh secara fitrah manusia tidak lepas dari hal yang bersifat fisik atau konkrit bukan yang abstrak. Cinta yang muncul mengalahkan perbedaan yang ada dalam tiap pasangannya (ibarat bahasa puitis: engkaulah manusia yang paling cantik sedunia yang lain memble, engkaulah manusia yang paling gagah sedunia, yang lain memble). Dengan adanya cinta kasih sayang ini muncul berbagai harapan-harapan yang memenuhi relung jiwa di tiap pasangannya.

Rahmah

Rahmah menurut arti bahasanya juga hampir sama dengan mawaddah yaitu cinta, dan kasih sayang. Hanya bedanya adalah bila mawaddah itu berasal dari diri manusia sebagai suatu kewajaran dan fitrahnya, sementara rahmah berasal dari sang Penciptanya. Rahmah ini sebagai penyeimbang mawaddah dan sekaligus penguat, karena datangnya dari Sang Pencipta Allah ‘Azza wa Jalla yang mengetahui karakteristik ciptaannya. Tujuannya juga agar hambaNya tidak melenceng dari fungsi penciptaan dirinya yaitu beribadah kepada Allah. Ketika kasih sayang pada manusia (mawaddah) terhadap pasangannya sesuai dengan aturan maka turunlah atau muncullah rahmah.

Bayangkan bila yang ada hanya mawaddah tanpa rahmah, akan terjadi rasa cinta dan kasih sayang sebatas umur jagung, karena orientasi bersifat fisik atau yang konkrit yang bisa dirasakan oleh indera manusia. Orientasi dunia semata bukan orientasi akhirat. Dan penyatuan hati berorientasi akhirat inilah yang disebut rahmah untuk sebuah pasangan hidup melalui pernikahan.

(2 Pebruari 2010, GOESpRIE)