Penumpang Mobil Mewah = Mobil Ompreng ?

Suatu ketika saya dan teman bermobil dalam sebuah perjalanan, tiba-tiba kendaraan kami disalip oleh sebuah mobil yang lumayan mewah (ditaksir harganya hampir 500 jutaan). Ah biasa…perkara salip menyalip kendaraan di negeri ini. Tapi di luar dugaan ternyata ada sesuatu yang banyak keluar dari mobil tersebut. Dari sisi kanan dan kiri mobil keluar benda-benda yang seperti kulit buah-buahan (di Palembang lagi musim duku), lewat jendela. Saya dan teman, ketika itu berkeyakinan bahwa mobil tersebut bukan mobil sampah yang membawa sampah dan kebetulan ngebut . Kami hanya geleng-geleng kepala saja, dan saya komentar untung kulit duku, coba kalau kulit durian…gawat deh.

Pada kesempatan lain, saya naik kendaraan yang agak rombeng (mobil travel lawas) ke daerah dengan penumpang beragam status. Di sebelah saya ada seorang ibu tua yang membawa sekantung buah jeruk dan di sebelah lagi seorang gadis manis dengan membawa makanan kecil, kacang kulit. Selama dalam perjalanan mereka ngemil makanan yang dibawanya, barangkali untuk menghilangkan rasa pusing atau ngantuk di mobil travel. Yang hebatnya, tanpa rasa risih mereka makan cemilan sambil melempar kulit sisa makanan cemilan lewat jendela, sepanjang perjalanan tanpa rasa bersalah. Waduh, kalau yang ibu tua sih, barangkali dia lupa bahwa ia di mobil angkutan umum yang sedang berjalan bukan di ladang sawahnya. Tapi sang gadis manis, lupanya karena apa ya… Oh ya…barangkali ia merasa bahwa di luar mobil travel, tepatnya di bawah jendela ada tong sampah yang tergantung…ya…itu alasan yang tepat. Barangkali ???

(2 Pebruari 2010, GOESpRIE), sebuah catatan dalam perjalanan.