Ilmuwan Muslim 1_Ibnu Haytsam

Nama lengkap : Abu Ali al Hasan bin al Hasan bin al Haytsam al Basri al Misri.

Nama Singkat : Ibnu Haytsam.

Nama Latin     : al Hazen, Avennethar, Avenetar.

Lahir/Wafat     : sekitar tahun 354 Hijriyah atau 965 Masehi/1039 Masehi.

Kota kelahiran: Basra, Iraq.

Ia terkenal sebagai ahli Matematika ulung dan ahli Fisika pertama di kalangan Islam.

Karyanya mencapai 200 judul karya ilmiah meliputi bidang optik, matematika, farmakologi, fisika dan filsafat.

Karya-karyanya antara lain:

  1. Teorema Cotangen (Maqalah fii Istikhraj Samt al Qiblat).
  2. Maqalah fii Hayat al Alam, diterjemahkan dalam bahasa Latin, Hebrew, Persia dan Castilis. Salah satunya adalah oleh J. Millas dengan judul “Las Traduciones Orientales” .
  3. Kamus Optika (Kitab fii al Manasit), diterjemahkan oleh Frederick Risner dengan judul “Thesaurus Opticus” atau “Opricae Thesaurus of al Hazen” tahun 1572 M. Buku ini sebagai rujukan bagi ilmuwan Roger Bacon, Pole Witelo, Leonardo da Vinci dan Johann Keppler. Khusus Johann Keppler mengarang buku Dioptics (Ilmu Bias Sinar) pada tahun 1604 M, sepenuhnya berasal dari buku Ibnu Haytsam.
  4. Maqalah fii Daw al Kamar (The Celestia Movement), karya tentang cahaya, warna-warni dan gerak langit.
  5. Fii al Maraua al Muhriqah bi al Kuru, karya tentang cermin parabolik dan diterjemahkan oleh Wiedemann dan J.L.Heberg tahun 1910 dalam “Biblioteheca Mathematica”.
  6. Buku tentang dua buah segi banyak (poligon) tetap yang digambarkan dalam suatu lingkaran yang sama, mempunyai jumlah sisi yang lebih banyak, maka juga akan mempunyai permukaan dan garis keliling yang lebih luas pula. Karya ini dengan judul “Fi anna al Qura Awsa al Asykal al Mujasama Allati Ihatuha Mutasawiya wa anna ad Da’ira Awsa al Asykal al Musattaha allati thatuha Mutasawiya” diterjemahkan oleh H.Dilhan tahun 1959 M.
  7. Kamera Obscura, “Fi Surat al Kusuf” diterjemahkan oleh E.Weidemann tahun 1914 M.
  8. Gejala senjakala (twilight) “Dzawahir al Fasaq” diterjemahkan oleh Kardinal Ximenez Cisneros di Spanyol dan yang aslinya dibakar.
  9. Hukum pembiasan cahaya “Neraca Hikmah”, jauh 600 tahun sebelum Hukum Snellius dan Descartes.

10.  Karya lain yang diterjemahkan dan tahun terjemahannya: Fi al Maraya al Muhriqah bi ad Dawahir (1910 M), Fi Kayyfiyat al Izlal (1970 M), Fi Atsar alladzi fi al Kamar (1925 M), Fi ad Daw (1882 M, diedit thn 1936 M), Fi al Makan (1909 M), Fi Istikhraj Mas’alah Adadiyyah (1909 M), Fi al Ma’lumat (1834 M), Fi Misahat al Mujassam (al Jism) al Mukaf (1912 M), Fi Irtita al Kutb (1920 M), dll.

George Sarton dan Dr. Donald menjuluki Ibnu Haytsam dengan julukan “The Greatest Student of Optics of All Times” (Ilmuwan terbesar di bidang Optik, Sepanjang Zaman).

Ilmuwan Barat yang terkenal dikarenakan karya-karya dari Ibu Haytsam baik tataran teoritis maupun praktis antara lain: Roger Bacon, Leonardo da Vinci, John Keppler, Descartes, Frederick Risner, Pole Witelo, E. Wiedmann, C. Schoy-Hannover, E. Baartmann,  L.A.Sedillot, H.Sater, Robert Grasseteste, Snellius.

(5 Pebruari 2010, GOESpRIE).