Ilmuwan Muslim 2_Abu Wafa’

Nama Lengkap            : Muhammad bin Muhammad bin Yahya bin Ismail bin al-Abbas Abu Wafa’ al Buzajoni

Nama Singkat             : Abu Wafa’

Nama Latin                 : Albuzdschan

Lahir/Wafat               : tahun 328 H atau 940 M/ tahun 388 H atau 998 M.

Kota Kelahiran         : Buzddschan, Khurasan

Ia dikenal sebagai ahli astronomi dan matematikawan yang mengembangkan konsep Trigonometri, baik trigonometri bidang maupun trigonometri ruang, dan metoda baru dalam penyusunan daftar-daftar sinus.

Karya-karyanya antara lain:

  1. Buku Aritmatika “Fi ma Yahtaj ilayh al Kuttab wa al Ummal min Ilm al Hisab”.
  2. Buku “al Kamil” dan diterjemahkan oleh Carra de Vaux pada tahun 1892 M.
  3. Buku “al Handasah” , sama dengan buku “Book of the Geometrical Construction” yang ditinjau ulang oleh F.Woepke tahun 1855 M.
  4. Tabel astronomis “al Wahid” , yang hilang aslinya, tetapi table tersebut di Florence Paris dan London dengan penulis tanpa nama dengan judul “az Zij as Shamil” merupakan bentuk penyesuaian terhadap table karyanya.
  5. Bidang trigonometri sferis, ia menyempurnakan teorema Menelaus yang disebut dengan “Rule of the Four Magnitudes”, yakni sin a : sin c = sin A : 1 dan teorema tangent : tg a : tg A = sin A : 1, dari rumus ini ia mengambil kesimpulan: Cos c = Cos a . Cos b.
  6. Untuk sudut miring segitiga sferis, ia pertama kali menetap dalil sinus, secan dan tangent dalam trigonometri dan astronomi.
  7. Menetapkan metoda perhitungan sin 30.
  8. Teorema tangent, cotangent, secan dan cosecant dalam trigonmetri.
  9. Penemuan variasi gerak bulan, sebagaimana yang dinyatakan oleh L.A.Sedillot tahun 1836, hampir 9 abad kemudian, dan Tycho Brahe memproklamir diri sebagai penemunya.
  10. Menemukan rumus: sin (a+b) = (sin a.cos b + sin b.cos a)/R.
  11. Teori Quadrature parabola dan volume parabola dan ruang penuh dalam astronmi.
  12. Teori tentang garis tengah baying-bayang (diameter of the Shadow).
  13. Penemu secan atau Qurr al Zill yang selama ini diyakin penemunya adalah Copernicus, sekian abad di belakang Abu Wafa’. Secan mengambil dari namanya yaitu Albuzdschan

(9 Pebruari 2010, GOESpRIE)