Protesnya Siswa (2)

Ada sebuah kisah nyata seorang guru, begini ceritanya. Ia seorang guru bidang studi agama yang dengan berusaha optimal dalam mengajarkan materi-materi keagamaannya. Mulai dari praktik ibadah, bacaan shalat, doa, hingga akhlak pola tingkah laku. Suatu ketika ia terburu-buru akan ke belakang (maaf ini adalah istilah dari WC), dan berpapasan dengan seorang siswanya. Setelah selesai dari belakang, ia ditemui oleh siswa yang tadi sempat berpapasan. Dan ia dengan lugu dn jujurnya bertanya kepada guru tadi,”Ustadz, tadi kok masuk ke WC-nya mulai dengan kaki kanan, katanya harus kaki kiri dulu”.

Sang guru hanya bengong dan untuk membela dirinya ia lalu menjawab,”Ya, kamu benar. Tapi tadi itu ustadz kebelet jadi kurang memperhatikan”.

Lalu sang murid menimpali,”O…kalau keburu atau kebelet boleh dong masuk ke WC dimulai dengan kaki kanan…”. Sang guru tersenyum (sulit diterjemahkan senyumnya, cukup Anda sendiri yang menterjemahkan seandainya guru tadi adalah Anda).

Entahlah seberapa banyak guru yang bisa mengajar tetapi sulit untuk mendidik. Yang dikejar adalah materi pelajaran semata bukan pola pikir dan pola tindak siswa yang diolah (bisa jadi yang bersangkutan juga jauh praktik dari teori). Banyaklah belajar dari kekritisan dan kejujuran siswa (terutama siswa TK dan SD) yang nanti mereka melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi jenjangnya dan membawa apa yang ia rekam selama ia sekolah. Di atas adalah secuil dari sebuah kisah nyata yang semoga menjadi pelajaran yang terbaik bagi guru.

(10 Nopember 2010, GOESpRIE)