Type Manusia dalam Menghadapi Masalah

Apakah ada orang yang bebas dari masalah? Pasti tidak. Bagaimana ketika seseorang menghadapi masalah? Ini dia masalahnya. Bisa jadi seseorang tersebut justru menjadi masalah atau menambah masalah. Atau bisa jadi orang tersebut lari dari masalah atau menghadapi dan menyelesaikan masalah. Type-type ini memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keberhasilan sebuah tim kerja.

Kalau dikelompokkan, type manusia menghadapi masalah ini ada tiga yaitu: Quitter, Camper dan Climber. Masing-masing type memiliki ciri khas dan tingkah laku yang khusus pula.

Quitter

Type Quitter merupakan type yang takut dengan permasalahan dan tidak mau repot-repot menghadapi masalah. Bila sebuah masalah akan menghampirinya ia akan menghindar dan bila sudah menghampirinya ia berusaha lari dari permasalahan. Ia tidak paham bahwa dengan demikian sebenarnya ia membuat masalah baru. Cara berlepas tangannya membuat kurang nyaman bagi orang lain bila ia sebagai anggota sebuah tim kerja.

Masalah bagi type Quitter adalah sifat berlepas tangannya terhadap masalah.

Solusinya adalah diberi motivasi dalam menghadapi masalah.

Camper

Type Camper merupakan type cepat puas ketika menyelesaikan masalah, padahal masih banyak yang belum terselesaikan. Ketika masalah yang belum selesai muncul ia merasa sudah menyelesaikan dan berlepas tangan pula terhadap masalah yang timbul akibat ketidak selesaiannya penanganan masalah. Ia cenderung pula menyalahkan anggota lain bila ia berada dalam satu tim. Type ini adalah type merasa, merasa sudah selesai, merasa yang paling berjasa, merasa dirinya yang terbaik dibandingkan anggota tim lainnya, dan lainnya.

Masalah bagi type Camper adalah sifat merasa yang paling dari yang lainnya.

Solusinya adalah mengajak sharing di setiap penyelesaian sebuah masalah.

Climber

Type Climber merupakan type yang melihat setiap permasalahan yang dihadapi adalah sebuah solusi atau jalan penyelesaian sebuah masalah tersebut. Ia merasa tertantang untuk bisa menyelesaikan masalah demi masalah. Di level bawah dari type ini terkadang tampak terlihat pada dirinya tingkat stress yang cukup tinggi, sementara di level atas, betul-betul menikmati segala masalah. Ia memiliki keyakinan bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluar, semakin tinggi tingkat permasalahannya maka semakin besar pula jalan keluarnya atau semakin besar hasil yang akan ia dapatkan. Ia berkeyakinan bahwa masalah adalah bagian dari kehidupan maka mustahil akan berlari dari setiap permasalahan, belajar banyak dari masalah. Memang luar biasa. Tetapi ada pepatah tidak ada gading yang tidak retak, type ini ada kekurangannya, yaitu terkadang terkesan over convidence (percaya dirinya terkadang berlebih).

Solusinya adalah adanya kendali untuk sifat over convidencenya, sehingga tidak merusak sebuah kolektivitas sebuah tim.

(10 Pebruari 2010, GOESpRIE)