Sebuah Cita-Cita

Ada sebuah cerita, seorang sahabat A setelah lulus dari sebuah sekolah kejuruan ingin melanjutkan studinya tetapi terhambat karena kondisi keluarga. Sang Emak melarangnya untuk kuliah karena tidak ada uang dan adik-adiknya masih membutuhkan biaya untuk sekolah,  dan sang Emak meminta untuk bekerja saja. Sebenarnya ia sangat kecewa. Kemudian sahabat A ini minta nasehat dari sahabat B. Sang sahabat B menyarankan untuk mengikuti saran dari Emak, siapa tahu dengan keridhoan Emak ia akan mendapatkan semuanya. Dan sahabat B ini menasehati pula, bila sahabat A sudah bekerja diminta untuk memegang tiga prinsip yang dikatakan sebagai senjata pamungkas dalam apapun. Tiga prinsip ini sebenarnya merupakan kata-kata umum yang sederhana tetapi berat dalam melaksanakannya. Tiga prinsip ini adalah JUJUR, ULET (Terj. Kerja dengan sungguh-sungguh dengan motivasi tinggi),dan DISIPLIN. Dengan jujur akan mendapatkan kepercayaan, dengan ulet akan menumbuhkan keprofesionalan kerja dan dengan disiplin akan menumbuhkan prestasi.

Pendek cerita, selama tahun pertama ia mendapat tugas montir alat berat di sebuah perusahaan yang tugasnya buka pasang baut dan ganti oli. Ia jalani sesuai dengan nasehat sahabat B. Beberapa tahun berikutnya ia diminta oleh atasannya untuk memandori rekan-rekannya. Beberapa tahun kemudian ia diamanahi oleh atasannya untuk memegang tugas di daerah, tidak tanggung-tangung daerah Kalimantan dan Papua. Ia tidak pernah membayangkan ke luar daerah yang jauh, naik pesawat serta menelusuri daerah pedalaman dari dua daerah tersebut. Dan terakhir ditempatkan di salah satu daerah di pulau Sumatera dengan memegang satu jabatan penting di perusahaan tersebut, sekaligus sambil mengambil kuliah weekend . Fasilitas yang didapat dianggap lebih dari cukup.

Suatu ketika sahabat A bertemu dengan sahabat B dan saling berbagi cerita tentang hasil yang ia dapat dan nasehat yang pernah ia dapatkan. Semuanya terbukti. Di perusahaan ia mendapatkan lebih dari apa yang ia inginkan, adik-adiknya dapat menyelesaikan sekolahnya, dan ia dapat menambah ilmunya di bangku kuliah yang pernah ia cita-citakan 18 tahun yang lalu. Kuncinya JUJUR, ULET, dan DISIPLIN. Dan tidak lupa itu semua adalah keridhoan seorang Emak yang selalu mendoakan keberhasilannya…

(25 Pebruari 2010, GOESpRIE)