UJIAN(NYA) AKHIR SEKOLAH

Ujian akhir sekolah adalah ujian yang dijalani oleh siswa di akhir satuan pendidikan, apapun namanya EBTA(NAS), UAS(BN), U(A)N. Berbagai persiapan yang dilakukan dalam menyambutnya baik oleh sekolah, guru maupun siswa. Mulai dari istighosah, yasinan, tahlilan, sungkeman, tirakatan, sampai pada hal yang tidak rasional seperti mendatangi Mas atau Mbak Dukun (kalau Mbah Dukun sudah tidak laku karena terlalu tua dan tidak mengikuti perkembangan zaman). Perjalanan belajar siswa selama 3 atau 6 tahun seolah tidak dianggap alias proses belajar terlewatkan yang penting hasil. Ditambah lagi dengan motivasi insentif dari Pemerintah Pusat atau dan Daerah untuk bagi sekolah atau daerah yang mencapai kelulusan sekian persen (yang jelas mendekati angka 100 persen, masak 50 persen). Aroma dan aura kegiatan ujian(nya) akhir sekolah semakin panas dan lebih panas dari suhu musim ekstrim tahun ini.

Di sisi lain, langkah rasional dengan belajar drilling lewat pelajaran tambahan, les privat atau try out ikut meramaikan bursa usaha capaian kelulusan. Dengan sedikit trik sulap, sekolah membuat tim sukses untuk membuat kunci emas jawaban soal (konon untuk tahun ini dengan 5 paket (baca:kombinasi) soal untuk tiap pelajaran, seperti membuat password saja ya…). Mereka membuat strategi sending message kunci emas ke siswa via teknologi atau kode morse atau memanfaatkan toilet-toilet sekolah (ingat kegiatan-kegiatan pramuka). Tim pengawas mengawasi jalannya tim sukses melalui titah tak tertulis kepala UPTD. Waduh untuk meluluskan dan acara kelulusan semakin ruwet jalannya, korban sudah bergelimpangan baik yang tidak lulus maupun yang dipaksakan lulus dengan enskripsi nilai tertentu.

Ya…apapun itu prosesi meluluskan siswa di akhir tahun tiap jenjang pendidikan, kita masih lupa akan sebuah proses pendidikan melalui proses pembelajaran yang panjang. Namanya proses pasti butuh waktu yang panjang. Tiap anak memiliki kecerdasan tetapi dipaksakan untuk memiliki kecerdasan yang sama. Tiap anak unik tetapi keunikan dianggap mengganggu keserasian. Tiap anak punya potensi luar biasa tetapi dimatikan dengan cara yang luar biasa. Tiap jenjang pendidikan membutuhkan waktu tertentu yang cukup panjang untuk menyelesaikan tetapi terkadang ditentukan dengan beberapa hari yang menguras tenaga, pikiran, biaya, sistem dan……perasaan.

(26 April 2011, GoesPrie, sebuah catatan tentang UN)