MATEMATIKA ILAHIYAH bagi PARA GHOFILIN

Operasi Hitung Penjumlahan:

 Matematika Ilahiyah

1 + 1 = 2 – 1 = 1 + 10 = 11
11 + 1 = 12 – 1 = 11 + 10 = 22
22 + 1 = 23 – 1 = 22 + 10 = 32

Ketika mendapat nikmat maka mereka bersyukur dengan cara menyisihkan sebagian rizkinya dengan keyakinan akan mendapat 10 kali lipat balasan dan kemudian disisihkan lagi untuk kemanfaatan orang lain. Semakin banyak yang diberikan untuk kemananfaatan orang maka semakin banyak yang ia dapatkan, dan seterusnya. (hikmah QS.Al An’am:160)

22 + 5 = 27 – 5 = 22 + 50 = 72
22 + 10 = 32 – 10 = 22 + 100 = 122

Dan seterusnya.Bagaimana bila yang diterapkan hikmah QS.Al Baqarah:261 ?

 Matematika Para Ghofilin

1 + 1 = 2 + 2 = 4 + 4 = … .

Bagi mereka bahwa ketika mendapat nikmat yang ada adalah selalu ingin ditambah alias selalu kurang, sehingga terkadang mengorbankan hak orang lain dan mengurangi kewajibannya untuk mendapatkan tambahan nikmat nisbi tersebut.

Sebenarnya :

1 + 1 = 0 + 2 = – 2 + 4 = – 6 …

(Hikmah QS. Al Muthoffiffin:1-2)

Operasi Hitung Pengurangan:

 Matematika Ilahiyah

-1 + 1 = 0 – 1 = 0 + 10 = 10 –> 8
-10 + 10 = 0 – 5 = -5 + 50 = 45 –> 25

Ketika mendapat ujian serba kekurangan ia sabar, tetapi ia tidak lupa ketika mendapat kesempatan nikmat tetap bersyukur, dan balasannya seperti operasi hitung tambah. Ada keyakinan bahwa bersama kesulitan/kesusahan ada kemudahan/jalan keluar (hikmah QS. Al Insyiroh).

-10 + 10 = 0 – 5 = -5 + 50 = 45 –> 25
-20 + 20 = 0 – 10 = -10 + 100 = 90 –> 50

 Matematika Para Ghofilin

-1 + 9 = -1 -1 + 9 = -2 -1 + 9 = -3 ….

Ketika mendapat ujian tetapi jiwanya tidak disinari dengan keimanan maka ia berbuat sesuatu yang sebenarnya nilainya hampa dan terus membebani dirinya tanpa ujung, sebagaimana seperti orang yang mengurangi timbangan dengan berharap mendapatkan keuntungan nyata tetapi hanyalah keuntungan semu bahkan kerugian besar yang siap menghancurkan dirinya. (Hikmah QS.Al Muthoffiffin:3)

Operasi Hitung Deret Hitung dan Deret Ukur:

 Matematika Ilahiyah

Ketika seseorang berbuat kebajikan karena Allah kemudian ditiru oleh satu orang, berapa kebaikan di sisi Allah yang ia terima, padahal satu nilai kebaikan di sisi Allah saja terkadang membebaskan seseorang dari kesulitan-kesulitannya ketika di dunia. Bagaimana sekiranya seseorang melakukan kebajikan karena Allah ditiru oleh lebih dari satu orang, maka kekuatannya sunnguh luar biasa, dapat mengubah dunia ini menjadi lebih berarti bagi kehidupan makhluk yang ada di dalamnya.

 Matematika Para Ghofilin

Ketika seseorang berbuat kebajikan bukan karena Allah alias karena makhluk Allah, maka berapa kesulitan yang ia terima dari makhluk Allah akibat kekecewaan yang mereka dapatkan. Bayangkan bila makhluk Allah yang kecewa itu lebih dari satu. Padahal satu kesulitan yang diakibatkan satu makhluk Allah saja sudah sangat mengganggu aktivitas kita seharian bahkan berhari-hari.

Pernah saya mendapat nasehat dari Ustadz Didik Purwodarsono, Jogjakarta : “Bila berharap kepada makhluk maka bersiaplah untuk kecewa dan dikecewakan, tetapi bila berharap kepada Sang Pencipta Makhluk maka Dia tidak akan pernahsekali-kali mengecewakan”.

1 (satu)nya Allah tidak berbilang (Hikmah QS.Al Ikhlas) sementara 1 (satu)nya makhluk berbilang (Hikmah QS.Al Hujurat:13).

0 (nol) itu mustahil bagi Allah, karena Allah Ada sebelum yang lain ada dan sesudah yang lain tiada (Hikmah QS.Al Hadid:1) sementara 0 (nol) itu niscaya bagi makhluk, karena makhluk itu tiada sebelum ada dan akan tiada sesudah ada.

• Bayangkan angka ini 9 pangkat 9 pangkat 9 atau (9^9)^9, bingungkah untuk dituliskan? Atau bingungkah untuk dibayangkan?
• Coba lagi yang ini 99 pangkat 99 pangkat 99 atau (99^99)^99.
• atau 999 pangkat 999 pangkat 999 atau (999^999)^999, ternyata program kalkulator yang ada di komputer menjawab invalid input for function.
• Bayangkan lebar alam semesta menurut hitung relatif manusia tercatat umur alam semesta sejak big bang terjadi 15 x 109 tahun cahaya berarti diameter alam semesta ini hitungan relatif 30 x 10^9 tahun cahaya (hitunglah dengan mengalikan 300.000 x 365 x 12 x 30 24 x 60 x 60) didapat 1,0217664 x 10^26 km. Angka fantastis ini saja sulit dibayangkan.

BANDINGKAN !

1. Menurut keterangan hadits bahwa dalamnya neraka adalah sejauh 70 tahun sebuah batu yang jatuh baru mencapai dasarnya. Menurut hitungan relatif manusia didapat 70 x 365 x 50.000*) x 24 x 60 x 60 x 300.000**) = 1,1 x 10^23 km (*1 hari = 50.000 tahun (QS.70:4), **dengan kec. Relatif cahaya 3 E+5 km.det-1 itu merupakan hitungan relatif manusia). Jangan dihitung bagaimana lebar dan panjangnya.
2. Menurut keterangan QS.Ali Imron:133 bahwa luas syurga seluas langit dan bumi, bayangkan luas itu meliputi panjang dan lebar, belum dilibatkan ketinggiannya, hitung sendiri ya…dak sanggup. Allahu Akbar, Subhanallah!!!

Angka fantastis sengaja Allah paparkan pada manusia agar manusia yang biasa senang berhitung-hitung, menghitung nikmat Allah. Padahal nikmat Allah tidak berbilang, amal manusia berbilang. Allah pun meminta untuk menghitung nikmat melalui pertanyaan retoris yaitu pertanyaan yang tak perlu jawaban karena jawaban sudah ada dan pasti (QS. Ibrahim:34). Allah hanya minta rasa syukur, yang bukan berarti Allah butuh rasa syukur manusia melainkan rasa syukur itu untuk kembali kepada manusia itu sendiri (QS.An Naml:40). Kenyataannya manusia kebanyakan kufur nikmat.

(27 April 2011, GoesPrie, Sebuah Perenungan)