KELAHIRAN-KEHIDUPAN-KEMATIAN-KEBANGKITAN

Sebuah do’a yang indah dari Nabi ‘Isa as yang diabadikan dalam surat Maryam ayat 15 dan 33 yang diperuntukan diri kita dan orang lain tentang kehidupan ini. Dalam ayat 15, doa tersebut diperuntukan orang lain yang artinya: “Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia wafat dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali” dan pada ayat 33, “Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku diwafatkan dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali

Kelahiran merupakan awal kehidupan dan kenyataan yang sudah lalu, kehidupan merupakan kenyataan yang sedang dilalui, kematian dan kebangkitan merupakan kepastian dan kenyataan yang belum dilalui, bagi orang yang ragu, apa benar ada kebangkitan kelak?

Ketika berbicara tentang kematian ada tiga kelompok manusia bersikap, yaitu kelompok berani mati, kelompok takut mati, kelompok nekat mati.

1. Kelompok berani mati adalah kelompok yang memiliki keyakinan kuat bahwa kematian adalah pasti tetapi bagaimana kematian itu bermakna. Menemui kematiannya dilandasi dengan ideologi. Pejah Gesang dherek gusti...(tokoh politik atau tokoh spiritual), type ini berani mati yang hampa makna atau mati berfatamorgana. Berbeda orang yang beriman, QS.6:162:” Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”, type ini berani mati yang bermakna hakiki sehingga merancang kehidupannya bermakna, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, dengan kata lain kematiannya dengan berasa Aqidah yang benar. Dua type ini sangat berbeda, QS.45:21:” Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu”.

2. Kelompok takut mati adalah kelompok yang takut bertemu dengan kematian dengan berbagai alasan, seperti merasa amal belum cukup atau masih ingin menikmati kehidupan di dunia, sebagaimana yang dilukiskan dalam QS.13:26:”Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).”

3. Kelompok nekat mati adalah kelompok yang ingin mengakhiri kehidupan di dunia ini karena kecewa dengan kehidupan, merasa sempit kehidupannya, dan menyesali kehidupan. Mereka yang terjebak ke dalam perjalanan kehidupan yang keliru sehingga malu bila meneruskan kehidupannya. Seolah kematian merupakan solusi, QS.69:27:”Wahai kiranya kematian itulah yang menyelesaikan segala sesuatu”. Mereka perlu cahaya dan penuntun dalam kehidupannya, sehingga dapat memahami makna kehidupan dan kematian yang hakiki.

Dalam masalah kematian ada tiga hal yang menjadi penentu nilai kematian itu sendiri, yaitu kapan, dimana dan bagaimana.

KAPAN, kematian tidak kenal waktu dan umur. Kapan saja kematian itu menghampiri seseorang, masih dalam kandungan hingga usia tua renta dan pikun. Ibarat pohon kelapa dimana buah kelapa kapan jatuhnya, masih dalam bentuk mayang, bunga, bluluk, kelapa cengkir, dogan, kelapa santan atau kelapa keriput dan terjepit di pelepah kelapa. Kematian tidak bisa ditunda maupun dimajukan, QS.63:11:” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan”.

DIMANA, kematian tidak tahu akan dimana terjadi menimpa kita, pilahan ada dua di tempat yang diridhoi Allah atau tidak diridhoi Allah. Banyak kisah dan cerita tentang kisah dimana kematian menjemput manusia, ada yang di masjid, di rumah, di jalan, di tempat karaoke, di night club, dan sebagainya.

BAGAIMANA, bagaimana keadaan kematian yang menghampiri seseorang, ada dua pilihan keadaan yaitu husnul khatimah dan su’ul khatimah. Untuk mendapatkan bagaimana ini tergantung bagaimana perjalanan hidupnya, apakah bermakna atau sia-sia.

Manusia ketika bersinggungan dengan kematian tidak bermasalah dengan Kapannya, tetapi dengan Dimana dan Bagaimananya kematian itu. Karena kita masih dalam masa kehidupan dan menjalani kehidupan ini, berarti belum bertemu dengan kematian dan masa kebangkitan, maka bagaimana kita isi kehidupan ini dengan penuh perencanaan yang bermakna. Bermaknanya kehidupan ini dilihat dari nilai kehidupan yang dihiasi dengan ideologi (aqidah) yang benar, perjalanan kehidupan yang bermanfaat bagi diri dan orang lain. Banyak cara menuju husnul khatimah, banyak jalan menuju syurga Allah yang penuh keridhoanNya. Perkara Kapan, jangan kita tanya, maka doa Nabi ‘Isa as di atas menjadi inspirasi kehidupan kita, sehingga kita selamat melewati kematian dan kebangkitan kelak. Amiin.

(4 Mei 2011, GoesPrie, sebuah perenungan)