OPTIMISME UNTUK INDONESIA ITU MASIH ADA

Untuk mengawali tulisan ini, mengingatkan kita bahwa Indonesia merupakan bangsa pejuang dan betul-betul bangsa pejuang. Dari sejarah semenjak bangsa Portugis dan Spanyol masuk ke Indonesia melalui pintu gerbang negeri Malaka dan mengakhiri pendudukannya di wilayah Indonesia Timur, bangsa Belanda dan Inggris yang melalui VOC dan EIC-nya masuk wilayah Jayakarta dan mengakhiri pendudukannya dengan kalah perang lewat Agresi keduanya, serta pendudukan bangsa Jepang melalui pintu wilayah Utara Indonesia, Bangsa Indonesia memiliki sifat Optimisme yang luar biasanya yaitu bisa lepas dari penjajahan militer bangsa lain dan bisa memerdekakan diri dari belenggu penjajahan militer dan ekonomi. Proses tersebut kalau dihitung-hitung lebih dari tiga setengah abad !!!.

Memasuki waktu untuk mengisi kemerdekaan melalui pembangunan, ternyata bangsa ini mulai dijajah dengan dalam bentuk lain yaitu ketergantungan ekonomi kapitalis sehingga menghasilkan sosok-sosok korup di dalam negeri ini yang hampir merata di segala sektor dan lini pemerintahan. Sosok-sosok korup ini bisa jadi sebagai penguasa, pengusaha yang berkolaborasi dengan penguasa, politisi, kalangan birokrat yang bermental benalu, bahkan di tingkat bawah masyarakat seperti tukang batu, pedagang kaki lima dan warga RT sekalipun ketika mendapat proyek kampung (maaf…barangkali ini su’uzhzhon saya, semoga sudah tidak ada lagi). Sekarang tetap ada sebagian anak negeri ini berjuang dengan idealismenya untuk membangun negeri ini jauh dari hal demikian. Kita tidak melihat yang besar-besar karena sudah sangat jelas, tapi mari kita lihat pula yang kecil-kecil juga.

1.Para pekerja (tukang batu, tukang kayu, tukang besi) ketika kerja ternyata korupsi juga, terkadang berkolaborasi dengan bos-nya (mandor atau pengawas lapangan). Mengurangi kualitas material bangunan, mengurangi perbandingan campuran semen-pasir, memperlebar cincin pada pondasi dan tiang bangunan rumah, mengurangi kualitas dan kuantitas kerjaan (hubungannya dengan upah) dengan menggunakan istilah buruh harian atau borongan,  mengurangi ketebalan timbunan sirtu dan aspal jalanan, dan masih banyak lagi. Ini kami dapat info ini justru ketika ngobrol dengan mereka.

2.Para pedagang, dengan mengurangi timbangan, mengurangi ukuran panjang, mencampur bahan atau makanan dengan bahan yang kualitas rendah atau bahkan dengan bahan yang berbahaya (kasus makanan berformalin atau boraks), mengurangi jatah hidangan dalam pesta hajatan, dan tindakan lain yang sejenis.

3.Warga di tingkat RT/RW, bila ada proyek kampong dan membuat laporan pertanggungjawabannya mereka sibuk mencari nota bodong alias nota kosong dan kemudian minta stempel ke toko tertentu dengan selisih harga yang dibuatnya. Waduh….

Membaca tiga point di atas rasanya mengelus dadanya semakin kencang, karena tidak hanya para penguasa, pungusaha, birokrat, politisi saja tetapi ternyata ada di sekitar kita….

Itulah sekilas bentuk mental benalu yang menjajah pada diri sebagian masyarakat di negeri ini. Dan kalau kita berlarut-larut dengan hal demikian kita akan hanyut ke dalam ketidakpastian dan kepesimisan dalam berdiri memandang ke depan negeri ini. Ada hal-hal yang dapat membangun keoptimisan kita dalam melangkah dengan potensi yang ada dan yang sedang tumbuh di sela-sela ketidakpastian dan kepesimisan ini, apa itu? Mari kita lihat di bawah ini :

1.Sifat peniru (bahasa daerah : Pak Turut).

Bangsa ini sangat mudah sekali meniru dan menduplikasi serta memodifikasi, tidak hanya bangsa Jepang dan China yang fenomenal. Lihat saja industry entertainment atau acara di televisi, banyak sekali model TDM (tiru-duplikasi-modifikasi), positip-lah asalkan acara yang berisi motivasi bukan bersinetron ria penuh dengan intrik-intrik scenario dan mistis serta hujan airmata yang menjadi buah bibir para remaja dan para ibu rumah tangga serta babysitter. Di dunia bisnis, sekarang sedang demam entrepreneur dan bisnis franchise, lahir dari demam ini entrepreneur-entreprenuer muda yang luar biasa dan penuh kejutan. Jadi ingat pesan pak Ciputra, mengatakan bahwa Indonesia harus mengejar target menciptakan minimal 2 % entrepreneur dari seluruh jumlah penduduk Indonesia, karena di Indonesia masih dibawah 1%, yaitu 0,18% (sumber : www.kompas.com, www.replubika.co.id  dan www.atmajaya.ac.id) atau 0,2% (sumber : www.medanbisnisdaily.com). Masih jauh tertinggal dari Negara-negara tetangga, Singapura mencapai 7,2 persen, Malaysia 2,1 persen, Thailand 4,1 persen, Korea Selatan 4 persen, China dan Jepang mencapai 10 persen, sedangkan yang tertinggi adalah Amerika Serikat sebesar 11,5-12 persen (sumber : www.replubika.co.id). Meniru hal-hal positip yang luar biasa harus bisa menjadi menu rutin bagi anak negeri ini.

2.Kekuatan Media di Indonesia.

Anda bisa bayangkan kekuatan media yang memuat berita atau tayangan yang kurang mendidik, merusak akhlak, infoteiment kehidupan selebritis dan sejenisnya bila dibaca dan ditonton. Remaja dan ibu rumah tangga sibuk memperbincangkan hal-hal demikian dan tidak diisi dengan hal-hal positif. Tapi coba bandingkan ketika ada tayangan bola piala Asia, Sepakbola Sea Games, luar biasa eforia ingin perubahan untuk berprestasi sungguh luar biasa. Tayangan keberhasilan siswa SMK yang dapat merakit mobil mewah, mini truk atau motor dan mobil listrik dengan komponen produksi masyarakat setempat, bagaimana reaksinya, sungguh, sungguh luar biasa memotivasi sekolah SMK lainnya untuk bersaing menciptakan sesuatu yang baru. Tayangan TV Swasta (TV Indosiar) yang menampilkan siswa-siswa berprestasi di semua bidang, justru memotivasi para siswa di Indonesia untuk mengikuti jejak mereka. Tayangan TV swasta lainnya tentang entrepreneur antara lain “Bosan Jadi Pegawai” dan sejenisnya memacu dan memicu pola pikir yang jauh dari biasa-biasa bagi yang ingin berwiraswasta. Kekuatan media inilah yang dapat membantu perubahan negeri ini dan memupuk optimism anak negeri. Bayangkan bila semua media berkolaborasi membuat liputan dan tayangan yang mendidik dan penuh motivasi…sungguh tidak bisa dibayangkan dampaknya bagi negeri ini.

3.Para Tekhnolog, Peneliti dan Penemu

Bila membaca di beberapa media masa yang menampilkan sosok-sosok manusia Indonesia yang berkiprah di bidang Ilmu dan Teknologi baik di dalam negeri dan luar negeri sungguh membanggakan. Ada yang bekerja di Lembah Silicon USA, Perusahaan Boeing, Perusahaan MMB Jerman, Jepang, Korea, Rusia dan Negara maju lainnya. Mereka dalam liputan media bahwa mereka ingin sekali kembali ke Indonesia dan membangun negeri ini dengan Ilmu dan Teknologi majunya. Silahkan baca antara lain : http://www.rimanews.com/read/20111024/44604/inilah-kiprah-para-insinyur-alumni-iptn-di-boeing-washington-seattle, http://henoy.blogdetik.com/2011/08/12/kiprah-ilmuan-indonesia-di-luar-negeri-dr-johny-setiawan/, http://hminews.com/news/berlian-yang-berserakan-kiprah-para-sarjana-indonesia-di-luar-negeri/, http://www.dakwatuna.com/2011/12/17277/icmi-dan-miti-dorong-kiprah-ilmuwan-muslim/, http://sosok.kompasiana.com/2011/08/21/ilmuwan-indonesia-mendunia-lebih-terkenal-di-negeri-orang/, dan banyak lagi……..

4.Potensi Sumber Daya Alam

Indonesia adalah satu-satunya Negara di dunia memiliki sumber daya alam yang luar biasa dan unik, tapi sayang masih jauh belum termanfaatkan. Sumber daya alam Indonesia ini tidak semata-mata turun dari langit tetapi merupakan pemberian dari Yang Maha Kuasa untuk disyukuri dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat. Apa saja potensi yang ada tersebut, adalah sebagai berikut:

a)Secara astronomis, berada di wilayah yang curah hujannya sangat baik bersaing dengan Negara Brazil sehingga memiliki kekayaan keanekaragaman hayati luar biasa yang bisa menjadi sumber pangan dan sumber obat dunia (Banyak tanaman obat Indonesia yang dipatenkan oleh orang-orang luar). Keaneka-ragaman hayati ini meliputi fauna daan floranya.

b)Secara geologis, berada di wilayah cincin api asia pasifik penuh dengan potensi gunung muda dan di wilayah pertemuan lempeng tektonik. Dari kedua karakteristik ini, maka Indonesia memiliki potensi sumber energy dan mineral yang luar biasa. Katakan saja potensi minyak, gas, panas bumi, dan kekayaan barang tambang di balik bumi Indonesia (jangan sampai justru dirampas dan dikuras secara politis dan militer oleh bangsa luar, Indonesia bagaikan ayam yang sekarat di lumbung padi).

c)Secara kewilayahan. Antara dua benua dan dua samudera, sehingga Indonesia menjadi bagian dari lintas dagang dunia yang terbesar tapi kurang teroptimalkan (justru dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh Singapura). Di wilayah Katulistiwa, sehingga Indonesia memiliki peluang sumber energy tak terbatas dari sinar matahari selama hampir 12 jam (selama masih bersinar) yang dimungkinkan menjadi sumber energy alternative di luar energy fosil.

d)Wilayah kelautan Indonesia merupakan termasuk wilayah pantai terpanjang dan luas laut yang terluas di dunia. Sehingga Indonesia memiliki potensi kekayaan laut yang luar biasa, seperti energy ombak, kekayaan flora dan fauna, kekayaan mineral tambang dan non tambang.

5.Potensi Sumber Daya Manusia.

Kita ketahui bersama bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk terpadat keempat di dunia, seperempat milyar….bayangkan!!! dan dari totalnya tersebut memiliki hampir 70% penduduknya merupakan usia produktif (sumber : www.investor.co.id) ….bayangkan!!! Potensi yang luar biasa. Andaikan semuanya benar-benar aktif, produktif, selalu berinisiatif dengan inovasi-inovasinya akan menjadikan Indonesia benar-benar negara besar, yang mengelola secara benar semua potensi yang ada di atas.

Melihat minimal lima potensi ini, maka kita pasti akan segera bangkit, bangun dari mimpi-mimpi, membuka mata lebar-lebar dan memandang kenyataan yang ada untuk membuat perubahan-perubahan. Optimisme itu tetap ada dan jangan sampai hilang ditelan berbagai bencana yang sedang melanda…(sebagai peringatan, teguran, hukuman bagi negeri kita). Optimisme itu sebagaimana lagu “Bangun Pemudi Pemuda”, dengan menyingsingkan lengan baju dan kerja keras bagaikan pejuang yang memperjuangkan dan merebut kemerdekaan ketika masih dijajah bangsa lain…..

(GoesPrie, Catatan awal tahun 2012, 2-1-12)