APA ARTI NAMAKU?

Pernahkah Anda mengerti arti dari nama yang Anda miliki? Atau pernahkah Anda bertanya kepada orangtua Anda mengenai arti nama Anda? Atau pernahkah Anda mengerti apa arti nama anak Anda yang telah Anda sematkan pada diri anak kesayangan Anda? Atau Anda asal memberi nama alias asrina kepada anak Anda yang penting nama yang terpampang “Top” atau tampak “mewah” dan “mentereng”. Bukan karena kata-kata Shakespiere yang mengatakan apalah arti sebuah nama, tetapi lebih dari itu justru dibalik sebuah nama memiliki makna yang besar.

Ketika anda berpikir mengapa dinamakan “kursi”  atau “chair” atau “sedes” atau “ghe”? Apakah artinya? Dalam bahasa Arab berarti tempat bersemayam pada kondisi duduk, kemudian kata kursi berkembang, bila ada roda maka disebut kursi roda, bila dapat bergoyang-goyang disebut kursi goyang tetapi kalau kursi biasa dan salah satu kakinya agak cacat sehingga kalau diduduki bergoyang tidak disebut kursi goyang tapi kursi rusak. Dan bila kursi yang diduduki pejabat atau penguasa disebut singgasana bukan kursi pejabat atau kursi raja, bahkan orang yang duduk di pucuk pimpinan di Barat disebut Chairman yang berarti pimpinan bukan Manusia Kursi (Superman = Manusia Super, Batman = Manusia Kelalawar), anehkan?. Bingung amat, pokoknya tempat duduk itu disebut kursi walaupun terkadang meja atau kap mobil yang diduduki  titik. Apakah nama yang tersemat di kita seperti halnya pemberian nama pada benda-benda yang ada di sekitar sepertinya kursi tadi?

Ketika seseorang memberikan nama anaknya maka biasanya dihubungkan dengan sesuatu yang ada di sekitar, bisa jadi benda, tanaman, hewan, lingkungan, nama dewa, peristiwa, suasana atau lainnya yang terlintas. Contoh, di suku Indian biasanya memberikan nama anak laki-laki harus berkesan gagah dan menjadi suatu kebesarannya kelak, seperti Banteng Perkasa, Singa Mengaum, Petir Menggelegar, yang tujuannya ketika musuh mendengar nama ini akan gentar. Dan bila memberikan nama anak perempuan dengan sesuatu yang berkesan halus, lembut (bukan lelembut), dan mengesankan bagi laki-laki, seperti Cemara Harum Melambai, Teratai Putih Harum yang Menghibur, dan sebagainya. Di negeri barat pun demikian, sama dengan suku Indian, seperti Prof. Wakefield asal kata wake dan field, yang kalau diterjemah kasar artinya bangun lapangan, Bug Rogers asal kata bug dan rogers yang diterjemahkan serangga kepik dan oke atau jadi (istilah dalam komunikasi radio). Terdengar memang aneh dan lucu.

Di Indonesia juga hampir sama, pernah ditemui dalam sebuah keluarga, anak-anaknya bernama Bibit, Semi, Tukul dan terakhir barangkali Woh (artinya membibit, bersemi, tumbuh dan berbuah…). Ada juga Saring, Ribut, Gempar, Guntur, Geger, Guruh, Lintang, Wulan, Wage, Kliwon, Senin, Suratman, Urip, Harto, Sugih, dan sebagainya, silahkan diartikan. Adapula translate dari bahasa asing  seperti Redi – Ready, Redian – Radian, Isi – Easy, Jepri – Jefferson, Tomi – Thompson, Roni – Ronald atau Ghoniy, Devi – Dewi, Desi – Deasy, Keni – Keane, dan lain-lain. Semuanya memiliki arti dan maksud.

Dalam sebuah nama memiliki tujuan paling tidak ada empat yaitu : doa, harapan, kebanggaan nasab, dan sejarah.

a.Doa dan Harapan
Nama yang diberi merupakan doa dan harapan dari si pemberi nama, doa kepada Sang Pemberi Rezki yaitu Allah SwT dan berharap nama tersebut sesuai dengan harapan arti dari nama. Seperti Hartawan, biasanya sang orangtua berharap bahwa sang anak menjadi orang kaya yang memiliki harta, kalau perempuan bernama Hartawati, atau padanannya Hartono (selalu ada harta), Suharto (harta yang baik, su = baik), Hartayana (Perbendaharaan harta), Hartati (harta yang harus dijaga hati-hati), Budi Hartawan (pemilik harta yang baik). Dan tidak mungkin memberi nama berisikan sesuatu yang kurang menyenangkan atau doa yang jelek, seperti Pelitarto (Pelit Harta), Hartajis (harta najis) atau Hartaram (harta haram atau rampasan).  Kurnia Sari Mega, kurnia  berarti rahmat, nikmat, karunia dari Sang Pencipta, Sari berarti Inti dan Mega berarti awan yang membawa air hujan (rahmat), sehingga nama tersebut memiliki arti Harapan selalu turun inti karunia yang membawa kebaikan dari sang Pencipta yaitu kenikmatan yang selalu membawa orang selalu dalam kebaikan. Ya, doa dan harapan, maka rangkailah nama itu seindah mungkin tapi memiliki makna luar biasa yang terkandung di dalamnya.

b.Kebanggaan Nasab
Ketika nama sudah tersemat di diri seseorang, maka akan menjadi suatu kebanggaan bagi yang memakai dan bagi keluarga yang menurunkan keturunan tersebut. Ada sebagian kebiasaan bahwa seorang anak dicantumkan nama ayah atau kakek, buyutnya atau marga di belakang nama singkatnya. Tujuannya adalah kebanggaan tersebut ada pada sang anak bahwa ia masih keturunan dari si A, si B dan si C yang memiliki keutamaan-keutamaan di dalam keluarga atau masyarakatnya. Kalau di dalam Islam, ada kitab Barjanzi yang mana di dalamnya berisikan kisah tentang Nabi Muhammad dengan segala keutamaannya, ciri-cirinya, nasab-nasabnya beserta keutamaan masing-masing tingkat nasabnya. Coba bayangkan bila anak Anda memiliki sebuah nama kemudian ada salah satu nasabnya memiliki keburukan maka sang Anak akan malu memakai nasab-nasabnya. Maka jagalah nasab Anda sehingga menjadi kebanggaan anak keturunan Anda.

c.Sejarah
Ketika nama sudah tersemat maka bersamaan dengan itu pula terekam berbagai peristiwa berikut waktu-waktunya. Peristiwa dalam dirinya, keluarganya, masyarakatnya, dan sebagainya. Maka terkadang kalau kita membaca sebuah sejarah seseorang dalam Outobiografi atau Biografi, maka ada hal-hal yang berhubungan satu dengan lainnya. Bayangkanlah ketika Anda mendengar kata “Sukarno” apa yang terbayang dalam benak Anda? Atau mendengar kata “Abu Lahab” maka apa yang terkesan dalam pikiran Anda. Coba bayangkan apa yang Anda dapatkan dalam pikiran Anda ketika disebut nama Sule, Arnold, Sinchan, Oshin, Bush, atau Abu Bakar Ash Shiddiq?  Maka jadikanlah Anda dan anak keturunan Anda menjadi bagian dari sejarah itu, yang pasti sejarah dalam kebaikan-kebaikan.

Selamat merangkai nama….

GoesPrie, 11-1-12