GAMBARAN TENTANG SYURGA

Kalau berbicara mengenai gambaran sesuatu pasti kita akan membayangkan sesuatu tersebut dalam benak kita, atau dengan mencari asosiasi-asosiasi mengenai gambaran sesuatu tersebut. Misalnya seseorang disuruh membayangkan sebuah mobil mewah, maka seseorang tersebut berusaha membuat sebuah asosiasi berkenaan mobil mewah. Dan bila ada sepuluh orang yang berbeda dengan disuruh membayangkan mobil mewah maka aka nada sepuluh asosiasi berkenaan mobil mewah, atau bahkan lebih. Setiap orang bisa berasosiasi tentang mobil mewah karena sudah ada gambaran sebelumnya pada benak masing-masing individu tentang mobil hanya tinggal bentuk variasi kemewahannya yang menambah gambaran yang ada pada benak masing-masing individu.

Ketika, seseorang ditanya bagaimana dengan syurga, pasti jawabannya sesuatu yang menyenangkan dan penuh kenikmatan yang berbeda dengan sesuatu yang menyenangkan dan kenikmatan yang pernah dialami, yang pasti sulit terbayangkan… Kita hanya bisa membaca gambaran tersebut melalui teks-teks yang terkodifikasi dalam kitab-kitab suci, secara umum ada kesamaan. Dalam Islam, gambaran syurga dengan segala kenikmatannya hanya bisa didapat di dalam Al Qur’an dan Hadits-hadits yang telah diriwayatkan oleh para perawi hadits. Keterangan-keterangan akan tersebut dirangkum sesingkat mungkin dalam tulisan ini yang jauh dari kesempuranan dan kedetailan tulisan dengan sebagian dicantumkan sumber rujukannya dan juga dari buku ‘Huru Hara Hari Kiamat’ (edisi Indonesia) karya Ibnu Katsir.

1.Kenikmatannya

Bahwa kenikmatan syurga melampaui batas imajinasi manusia dan tidak dapat dilukiskan sekalipun dalam bayangan benak manusia. Syurga dalam bahasa Arab berarti Jannah yang seakar kata dengan janin yang berarti tersembunyi, tidak nampak dari pandangan makhluk.

AKU telah mempersiapkan bagi hambaKU apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum didengar oleh telinga dan tidak satu hati manusia yang dapat memahami /dirasakan”.(HR.Ibnu Majah, Ibnu Hibban).

Dan apabila kamu melihat di sana (syurga) niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar” (Al Insan 76 : 20).

Bahwa kenikmatan yang ada di syurga sama namanya dengan kenikmatan yang ada di dunia tetapi nilai kualitas dan kuantitasnya berlipat ganda yang tidak terbayang dalam benak manusia, kenikmatan menikmati makanan dan minuman, kenikmatan berhubungan dengan pasangannya, kenikmatan berkumpul dengan saudara-saudaranya, kenikmatan menikmati keindahan syurga, kenikmatan bercanda dan bercengkrama dalam syurga, kenikmatan bertemu dengan para ahli syurga, kenikmatan dapat bertemu dengan para Rasul dan terkhusus yang terkasih Rasulullah Muhammad Habibillah saw, dan kenikmatan bertemu dan memandang Wajah Allah Azza wa Jalla, Ar Rahman Ar Rahim Al Karim SwT.

2.Pintu-pintu Syurga

Ketika seorang hamba diizinkan Allah memasuki syurganya maka akan terbentang pintu gerbang syurga dengan penuh keindahan dan kemegahan sejauh mata memandang yang tak terbayangkan. Di syurga ada delapan pintu, dan salah satunya pintu Ar Rayyan (Babur Rayyan) yang diperuntukan hanya bagi yang berpuasa (HR Bukhari-Muslim). Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas ra, dijelaskan ke delapan pintu tersebut adalah :

a.Pintu Syahadat, diperuntukan bagi para Anbiya wal Mursalin (Nabi dan Rasul), Para Syuhada’ (Orang yang mati syahid), dan juga pintu bagi para Dermawan (orang-orang yang memberikan makan kepada orang yang membutuhkan di saat masa kesulitan pangan dan paceklik).

b.Pintu Shalat, diperuntukan bagi orang-orang yang mendirikan shalat, yaitu orang-orang yang menyempurnakan wudhunya dan menyempurnakan rukun dan sunnah shalatnya.

c.Pintu Zakat dan Shadaqoh, diperuntukan bagi orang-orang yang mengikhlaskan sebagian rizki yang ia miliki berbagi dengan orang lain yang lebih membutuhkan.

d.Pintu Amar Ma’ruf Nahi Munkar, diperuntukan bagi orang-orang yang dalam hidupnya diisi dengan mengajak orang kepada kebaikan-kebaikan sekaligus mencegah orang lain kepada keburukan-keburukan akhlak dan perilaku.

e.Pintu Wanahan Nafsa ‘anil Hawa, diperuntukan bagi orang-orang yang dapat menahan syahwat dari hawa nafsu yang merusak diri, akhlak dan perilaku.

f.Pintu Haji dan Umrah, diperuntukan bagi orang-orang yang melaksanakan Haji dan Umrah secara mabrur, bukan haji politik, haji dagang, haji gelar, atau haji wisata (maksudnya haji untuk tujuan politik, haji tapi hanya untuk berdagang atau mencari barang dagangan, haji hanya untuk gelar mentereng di depan namanya, dan haji hanya untuk berwisata, atau hanya untuk sekedar pengalih dosa).

g.Pintu Jihad, diperuntuk bagi orang-orang yang berangkat berjihad di jalan Allah, di segala bidang yang sesuai syariat Allah. Tidak hanya dalam peperangan tetapi memperjuangkan aturan-aturan syariat Allah SwT, sendi-sendi agama Allah di segala bidang kehidupan seperti jihad ekonomi, jihad pendidikan, jihad sosial kemasyarakatan, dan jihad siyasi/politik.

h.Pintu Taqwa, diperuntukan bagi orang-orang yang bertaqwa dan perbuatan taqwa baik dalam proses maupun tujuan.

3.Sambutan bagi Ahli Syurga

Sambutan bagi orang-orang yang memasuki pintu-pintu ini adalah kalimat yang diucapkan oleh para Malaikat dan pelayan syurga dengan ucapkan do’a sebagaimana tercantum dalam surat Az Zumar ayat 73 yang berbunyi : “Kesejahteraan atasmu, berbahagialah kamu, kamu masuk syurga ini, sedang kamu kekal di dalamnya”.

4.Nama-nama Syurga
Darul Jalal yaitu surga yang terbuat dari mutiara putih.
Darus Salam yaitu surga yang terbuat dari yaqut merah.
Jannatul Ma’wa yaitu surga yang terbuat dari zabarjud hijau.
Jannatul Khuldi yaitu surga yang terbuat dari marjan yang berwarna merah dan kuning.
Jannatun Na’im yaitu surga yang terbuat dari perak putih.
Jannatul Firdaus yaitu surga yang terbuat dari emas merah.
Jannatul ‘Adn yaitu surga yang terbuat dari intan putih.
Darul Qarar yaitu surga yang terbuat dari emas merah.

5.Tingkatan-tingkatan Syurga

Syurga itu memiliki seratus tingkat dan satu dengan lainnya sejauh langit dan bumi. Dalam sebuah hadits diriwayatkan : “Barangsiapa beriman kepada Allah dan RasulNya, menyempurnakan shalat dan puasa di bulan Ramadhan maka ia akan dikaruniai syurga sebagai hak Allah, tanpa memandang bahwa ia berperang karena Allah atau tetap berada di tanah dimana ia lahir”. Orang-orang berkata: “Ya Rasulullah, akankah kami memberitahu orang-orang dengan kabar gembira ini ?” Beliau menjawab : ”Syurga mempunyai seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi para mujahidin yang berperang karena Nya. Jarak antara satu dengan lainnya adalah sebagaimana jarak antara langit dan bumi…”.(HR.Bukhari).

Para penghuni syurga akan melihat orang-orang yang tinggal di bilik atasnya dengan cara yang sama seperti orang-orang yang melihat sebuah bintang terang yang bersinar jauh di angkasa, di timur atau barat, karena kelebihan (dalam pahala amal sholeh) mereka”. Para shahabat bertanya : ”Wahai Rasulullah, apakah itu tempat tinggal para Nabi yang tidak seorangpun dapat mencapainya?”. Beliau menjawab: ”Bukan, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan Nya, tempat tersebut adalah bagi orang2 yang beriman kepada Allah dan beriman kepada Rasul Nya”. (HR.Bukhari-Muslim).

6.Tempat terendah di Syurga

Di syurga ada tempat yang terendah, dan serendah-rendahnya tempat di syurga merupakan tempat yang akan ditempati oleh seorang hamba Allah yang terakhir keluar dari neraka. Setelah orang terakhir yang masuk ke syurga maka tidak ada satupun makhluk yang keluar dari neraka dan tidak ada satupun makhluk yang masuk ke syurga lagi, semua pintu akses ditutup oleh Allah Al Jalal Azza wa Jalla.  Bentuk tempat syurga terendah yang ditempati oleh hamba Allah itu setara dengan kerajaan (seluas) Bumi dan ditambah lagi dengan sepuluh kali lipatnya, diriwayatkan oleh Muslim dalam Hadits Qudsi Bab Syafaat. Jadi jangan bisa bayangkan bagaimana luas syurga dan kenikmatan di tingkatan atasnya.

7.Dataran, Gunung, Taman dan Tanah serta kebun-kebun di Syurga

Dataran yang ada di Syurga adalah bentuk permukaan yang datar dengan segala kemewahan fasilitas di dalamnya sepanjang dan sejauh mata memandang dengan tanahnya terbuat dari misik, debunya dari ambar dan kafur, rumputnya dari za’faran, kerikilnya dari mutiara yang putih dan halus, batunya dari intan, emas dan perak. Penuh wewangian dan heharuman serta kemewahan bentuk. Dan gunung yang terdapat di syurga adalah gunung yang terbuat dari Kasturi dan dengan sungai Salsabil yang mengalir di bawahnya. Bagi ahli syurga yang menginginkan bercocok tanam diberi izin oleh Allah untuk bercocok tanam dengan kecepatan pertumbuhan tanaman dalam sekejap. Taman-taman di Syurga berisi berbagai macam tanaman buah dan bunga sama nama tapi berbeda bentuk dan rupa maupun rasa dan bau.

8.Pohon di Syurga

Ka’ab ra.: Aku bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang pohon-pohonan di surga. Maka beliau menjawab: “Tidak pernah kering dahan-dahannya dan daun-daunnya tidak pernah berguguran dan tidak rusak buahnya. Sesungguhnya pohon yang paling besar di surga adalah pohon Thuba, yang akarnya terbuat dari intan, batangnya dari yaqut, dahannya dari zabarjud dan daun-daunnya dari sutra yang halus. Pohon ini memiliki 70.000 cabang, setiap cabang itu menyentuh Arasy dan lebih rendah-rendahnya cabang itu berada di langit dunia.”

    Ali ra. berkata: “Aku menyatakan dari beberapa hadits, sesungguhnya pohon-pohon di surga itu berasal dari perak, sedangkan daun-daunnya sebagian dari perak dan sebagian (yang lain) dari emas. Kalau sekiranya batang pohon itu dari perak, maka akar-akarnya dari emas. Pohon-pohon didunia akarnya di bumi dan cabang-cabangnya berada di udara, karena sesungguhnya dunia itu tempat yang fana (rusak). Akan tetapi pohon-pohonan yang terdapat di surga tidaklah demikian halnya, akarnya di udara dan cabang-cabangnya di bumi. Sebagaimana firman Allah Swt.: “Buah-buahnya dekat. Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (Qs. Al-Haqqah: 23-24).

Dari Abu Hurairah ra. beliau berkata: Sesungguhnya didalam surga itu terdapat sebuah pohon, orang yang menaiki bisa berjalan dibawah naungannya selama 100 tahun dan naungan itu tidak akan putus. Sebagaimana firman Allah Swt.: “Dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak. Yang buah-buahnya tidak berhenti dan tidak terlarang mengambilnya.” (Qs. Al-Waqi’ah: 30-33). Ketika dedaunan pohon di syurga bergesekan satu dengan lainnya mengeluarkan suara yang sangat merdu berupa suara tasbih.  Dan pohon yang paling besar menaungi syurga adalah Sidratul Muntaha, dimana batangnya diliputi cahaya dan warna-warna yang tidak bisa disifati, tempat bersemayam sebagian para Malaikat, berbuah sebesar qullah/wadah negeri hajjar, dan berdaun seperti telinga gajah, tempat keluarnay empat mata sungai.

9.Istana-Istana di Syurga

Di dalam surga ada tempat tinggal yang bagian dalamnya dapat dilihat dari luar dan bagian luarnya dapat dilihat dari dalam (transparan). Allah SwT ciptakan mereka bagi orang yang memberi makan orang yang kelaparan, berbicara lemah lembut dan sopan, berpuasa secara kontinyu dan shalat malam ketika orang lain terlelap tidur. Tenda tersebut adalah mutiara yang bergema (kubah) yang diperuntukkan buat orang yang beriman serta dari intan putih berkilau. Pada setiap sudut terdapat isteri-isteri yang tidak terlihat oleh orang lain(Shahih al Jami’ al Saghir). Sedangkan lebarnya enam puluh mil (HR Muslim), serta tabir-tabir yang ada di dalam kubah tersebut adalah kain brokat (Misykatal Masabij). Dinding-dindingnya terbuat dari emas, pintunya dari yaqut (sejenis berlian berwarna hijau atau biru), kuncinya terbuat dari emas, dan terdapat empat tiang tempat mengalirnya sungai di dalam istana tersebut yang terdiri dari sungai air, susu, khamar dan madu yang keluar dan berasal dari huruf MIM pada BISMI, HA pada ALLAH, MIM pada RAHMAN dan MIM pada RAHIM di lafadz BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIM.

10.Kendaraan-Kendaraan di Syurga

Kendaraan-kendaraan yang ada di syurga berupa burung-burung hijau yang terbang sesuai kehendak pengendaranya, kuda-kuda terbang, dan dipan-dipan cahaya yang melesat sesuai keinginan yang duduk di atasnya.

11.Cahaya dan Waktu di Syurga

Diriwayatkan dari Nabi Saw. sesungguhnya beliau bersabda: “Apakah aku tidak pernah menceritakan kepadamu tentang waktu(saat), yaitu waktu yang serupa dengan waktu yang ada di surga. Dia adalah waktu dimana sebelum matahari terbit, bayang-bayangnya itu memanjang, rahmatnya saat itu merata dan berkahnya saat itu banyak.” Artinya suasana penuh syahdu, tenang penuh dengan suara merdu tasbih dari para Malaikat, dedaunan dan gemericik air yang mengalir.

   Tidak ada siang dan malam, hanya untuk membedakannya dengan naik-turunnya tabir/tirai pintu jendela syurga. Sumber cahayanya berasal dari arah Arsy (sumber : al Tadzkiyah,Al Qurthubi). Di dalam syurga juga ada hari-hari sebagaimana di dunia.

12.Sungai-Sungai Syurga dan Mata Airnya

Sungai-sungai syurga berasal dari Lafadz BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIM, berupa sungai air, khamar, susu dan madu. Bentuk mata air yang ada di syurga adalah dua buah mata air yang mengalir (QS.Ar Rahman ayat 50) dan dua buah mata air yang memancar (QS.Ar Rahman ayat 66). Telaga Al Kautsar berupa lautan kasturi dengan keharumannya yang luar biasa, tepinya dari emas dan mutiara yang berongga dan bercahaya, dasarnya dari mutiara dan yaqut, airnya lebih putih dari susu dan salju, manisnya lebih manis dari madu, lebih lunak dari keju.

13.Minuman dan minuman yang ada di Syurga

Selain berasal dari keempat sungai, ada minuman khusus bagi ahli syurga yaitu : Para Muqarrabin meminum dari keduanya dengan campuran, sedangkan para golongan Abror meminum dari keduannya tanpa campuran sesuatu yang lain. Bentuknya antara lain : Kafur (kapur barus) (al Insan 76:5-6) / Zanjabila (jahe) dari sumber Salsabila (al Insan 76:17-18) dan Rahiqun (khamr murni dari perasan Anggur) dari sumber Tasnim (al Muthaffiffin 83:27-28). Makanan di syurga berupa daging burung dari apa yang mereka (ahli syurga) inginkan dan sari hati dari ikan nun dan lembu syurga yang memakan daun pepohonan syurga.

14.Buah-buahan di syurga

Buah-buahan yang ada di syurga adalah buah-buahan yang memiliki nama yang sama dengan buah-buahan yang ada di bumi tetapi memiliki rasa yang berbeda, setiap dimakan maka penghuni syurga semakin bertambah muda dan kuat, dan penuh kenikmatan, seperti pisang, anggur, kurma, delima, dan lain-lain secara berpasang-pasangan (QS.55:48,52,54,68; QS.56:20,29,32,33)

15.Kain-kain, pakaian-pakaian dan perhiasan di Syurga

Pakaian-pakaian para ahli syurga adalah kain sutra baik yang tipis maupun yang tebal yang berwarna hijau. Kain-kain yang ada di syurga sebagai tabir di kamar-kamar istri-istri ahli syurga adalah kain brokat yang halus berwarna-warni. Perhiasan para ahli syurga adalah gelang dan mahkota yang terbuat dari emas yang bertahta mutiara intan berlian. Gelas-gelas mereka terbuat dari emas dan mutiara yang tembus pandang. Bantal dan permadaninya lembut berisikan helai-helai kain sutra yang halus berwarna hijau, dan harum baunya.

16.Metabolisme di Syurga

Di syurga tidak ada proses metabolisme, baik buang air kecil, buang air besar, beringus maupun meludah. Semua makanan dan minuman yang masuk ke perut para penghuni syurga keluar merembes melalui kulit-kulit mereka berupa minyak kesturi, demikian pula ketika bersendawa (Jawa : glege’en) dengan diilhami tasbih dan tahmid.

17.Wanita-wanita/Bidadari Syurga dan Kekuatan Bersetubuh di Syurga

Gambaran wanita/bidadari syurga adalah sebagai mana dalam QS.Ar Rahman dan Al Waqiah, antara  lain adalah bermata jeli (bulat tidak sipit dan tidak melotot), berkulit putih jernih bagaikan mutiara hingga pada betis-betis mereka nampak sumsum mereka, selalu suci (tidak pernah berhadats maupun mengeluarkan najis, tidak pernah haid maupun nifas), genit (penuh cinta-‘uruban) dan umur sebaya (sekitar 18 hingga 20-an tahun awal – atraaban), selalu bugar , perawan, penuh senyum dan manja serta tidak membosankan. Disediakan bagi ahli syurga dua istri dari dunia (keturunan bani Adam) dengan keutamaan mereka di dunia (bisa jadi istri mereka di dunia atau wanita yang dijodohkan oleh Allah ketika di Syurga) dan minimal 72 orang bidadari yang Allah ciptakan langsung dari tetesan air hujan dari bawah ‘Arsy Allah. Para penghuni syurga diberikan kekuatan sebesar setara dengan 100 orang dalam hal syahwat dan bersetubuh, makan dan minum, dan seorang penghuni syurga dalam satu pagi dapat berhubungan dengan seratus perawan (istri-istri dan bidadari jodoh mereka).

18.Kelahiran dan Kematian

Bagi penghuni syurga menginginkan kelahiran anak maka diberi izin oleh Allah dengan proses yang sekejap. Di dalam syurga tidak ada proses tidur apalagi mati, karena mati adalah milik dunia sementara mati telah dihapus di dalam syurga demikian pula di neraka.

19.Perjumpaan dengan Allah

Di syurga, Allah akan menampakkan diri di hadapan ahli syurga tanpa hijab dan saling berpandangan antara Allah dengan para penghuni syurga. Subhanallah.

(GoesPrie, 18 – 1 – 12)