BERSAFARILAH…(FANSIRUU…FIL ARDH)

Secara umum makna bersafari atau berwisata adalah suatu kegiatan dengan melakukan sebuah perjalanan, perjalanan menjelajahi daerah-daerah. Bentuk perjalanan ini dapat dilakukan secara nyata dengan menggunakan sarana transportasi ataupun berselancar di dunia maya berkenaan suatu daerah. Dengan bersafari atau berwisata ini, seseorang akan mendapatkan sebuah kepuasan bathin berupa kesenangan dalam menikmati perjalanan. Tetapi bersafari atau berwisata ini tidak semata-mata hanya kesenangan yang didapat, melainkan juga ilmu bahkan nilai ibadah. Dengan bersafari atau berwisata ini muncullah ilmu-ilmu yang berkembang darinya seperti ilmu bumi (geografi), ilmu kependudukan (demografi), botani, sejarah, ilmu bahasa, psikologi kemasyarakatan, dan banyak lagi.

Perintah untuk bersafari atau mengadakan perjalanan adalah sebuah perintah dari Allah dengan memiliki tujuan tertentu. Maka dari itu dengan tadabur ayat ini, banyak ilmuwan Islam di jaman abad pertengahan muncul dan menghasilkan karya-karya luar biasa. Sebut saja Ibnu Batutah,  Al Khindi, Ibnu Khaldun, Ibnu Majid, Ibnu Khuradadhbih, Al Mas’udi, Yaqut Hawami, mereka semua yang membuka jendela dunia ketika Barat belum menemukan masa pencerahan (renaissance) melalui perintah bersafari atau berwisata.

Apa perintah Allah berkenaan dengan bersafari atau berwisata ini? Ada beberapa ayat yang mencantumkan langsung ayat yang berkenaan perintah bersafari antara lain:
40:21, “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi, lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu adalah lebih hebat kekuatannya daripada mereka dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka Allah mengazab mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Dan mereka tidak mempunyai seorang pelindung dari azab Allah”.

40:82, “Maka apakah mereka tiada mengadakan perjalanan di muka bumi lalu memperhatikan betapa kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Adalah orang-orang yang sebelum mereka itu lebih hebat kekuatannya dan (lebih banyak) bekas-bekas mereka di muka bumi, maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka”.

30:9, “Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka? orang-orang itu adalah lebihkuat dari mereka (sendiri) dan telah mengolah bumi (tanah) serta memakmurkannya lebih banyak dari apa yang telah mereka makmurkan. Dan telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Maka Allah sekali-kali tidak berlaku zalim kepada mereka, akan tetapi merekalah yang berlaku zalim kepada diri sendiri”.

30:42, “Katakanlah: “Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)”.

47:10, “Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka; Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu”.

Perintah untuk bersafari di atas adalah mengambil ibroh dari perjalanan sebuah kaum, mulai bagaimana mereka terbentuk, membangun, jaya dan kemudian dimusnahkan dari muka bumi akibat perlakuan mereka sendiri. Banyak pelajaran yang diambil dan dicerminkan kepada perjalanan sebuah kaum atau suatu bangsa di masa sekarang.

Sebagai kaum muslimin di masa sekarang, terkadang melupakan akan sejarah yang mereka lewati dan yang akan mereka lewati, sehingga terjatuh ke dalam lubang yang sama. Apalagi umat Islam telah diberi panduan-panduan berupa rambu-rambu dari Rasulullah SAW untuk perjalanan sejarahnya. Banyak perjalanan sejarah umat Islam diputarbalikkan atau bahkan dihilangkan oleh umat lain sehingga umat Islam tidak mengetahui perjalanan hidupnya. Ditambah lagi sedikitnya usaha dan kepedulian umat Islam untuk menggali dan menata bata bangunan sejarahnya kembali di masa depan. Dan juga sibuk masuk ke dalam permainan labirin dan konspirasi umat lain yang memiliki rencana menghancurkan umat Islam ini.

Ayo…Fansiruu fil ardh… (wallahu a’lam bis shawwab)

(GoesPrie, 6 – 6 – 12)