PROTOKOL  II

1.Sangatlah penting bagi tujuan kita bahwa perang, sejauh mungkin, tidak boleh berdampak pada wilayah yang kita peroleh. Maka dari itu, perang akan diberlakukan pada dasar ekonomi, sehingga bangsa-bangsa dipastikan merasakan keunggulan kita melalui bantuan yang kita berikan, kedua kondisi ini akan menguntungkan agentur internasional kita; yang disaksikan ratusan mata. Hak-hak internasional kita kemudian akan menghapus hak-hak nasional, dalam arti hak yang sepatutnya, dan akan memimpin bangsa-bangsa tepatnya sebagaimana undang-undang perdata negara mengatur segala bentuk hubungan antara bangsa-bangsa itu sendiri.

2.Pemimpin yang kita pilih dari publik, akan benar-benar dipertimbangkan kemampuan mereka terhadap kepatuhan. Bukan orang yang terlatih dalam arti seni memerintah agar dijadikan  pion dalam permainan kita di tangan orang terpelajar dan jenius yang akan menjadi penasihat mereka, penasihat ahli, dan pengikut sejak awal  masa kanak-kanak untuk mengatur urusan seluruh dunia. Sebagaimana yang Anda ketahui, para ahli kami ini telah dibawa untuk menyesuaikan diri mereka terhadap peraturan, informasi yang dibutuhkan untuk rencana-rencana politik kita dari pelajaran-pelajaran sejarah, dari penelitian setiap peristiwa-peristiwa momentum yang telah lewat. Goyim tidak diarahkan praktek yang tidak berpihak, tapi oleh teori rutin tanpa kritik apa pun terhadap hasilnya. Oleh karena itu, kita tidak membutuhkan pertimbangan apa pun dari mereka (Goyim) – biarkan mereka mengagumi diri mereka sendiri sampai tiba saat penyerangan. Atau, hidup pada harapan akan bentuk baru  hiburan masa lalu. Atau, pada kenangan akan semua hal yang pernah mereka nikmati. Untuk mereka, biarkan memainkan bagian terpenting yang telah kita yakini untuk menerima diktat ilmu pengetahuan (teori). Dengan tujuan ini, kita terus-menerus, menggunakan pers kita, meningkatkan keyakinan buta terhadap teori-teori ini. Para intelektual Goyim akan menyombongkan diri dengan pengetahuan mereka dan tanpa penelitian logis akan pengetahuan tersebut, akan menjalankan semua informasi ilmu pengetahuan yang tersedia. Sedangkan agentur khusus kita dengan cerdik menyatukan potongan tersebut demi mendidik pikiran mereka ke arah yang kita inginkan.

PENGHANCURAN PENDIDIKAN

3.Jangan pernah menganggap bahwa pernyataan-pernyataan ini hanyalah kata-kata kosong; pikirkan dengan seksama keberhasilan kita mengatur Darwinisme, Marxisme, dan Nietzcheisme. Bagi kita kaum Yahudi, bagaimanapun juga, penyataan tersebut harus jelas dilihat betapa sangat menghancurkan petunjuk-petunjuk ini bagi pikiran-pikiran Goyim.

4.Amatlah penting bagi kita untuk mempertimbangkan pemikiran, sifat, dan kecenderungan bangsa-bangsa agar tidak tergelincir dalam sistem politik dan dalam arahan urusan administratif. Kemenangan sistem kita – dengan bagian-bagian komponen mesin yang berbagai cara diatur menurut terperamen orang yang kita temukan di jalan kita – akan gagal kika pelaksanaan praktek tiodak didasarkan pada penyimpulan pelajaran-pelajaran masa lalu yang dipandang dari sudut masa kini.

5.Di tangan negara-negara saat ini, ada sebuah kekuatan besar yang menciptakan gerakan pemikiran rakyat, dan kekuatan tersebut adalah pers. Bagian yang diperankan oleh pers adalah tetap mengarah kepada kebutuhan kita yang dianggap penting, untuk menyuarakan keluhan rakyat, untuk  mengekspresikan dan menciptakan ketidakpuasan. Pada pers, kemenangan kebebasan berbicara menemukan inkarnasinya. Tapi negara-negara Goyim tidak tahu bagaimana memanfaatkan kekuatan ini, dan mereka pun jatuh ke tangan kita. Melalui pers, kita telah meraih kekuasaan untuk mempengaruhi seraya kita sendiri etap dalam bayangan. Berkat pers, kita telah mengenggam emas, meskipun kita harus mengumpulkan lautan darah dan airmata. Tapi hal itu telah terbayarkan, walaupun kita telah mengorbankan banyak orang-orang kita. Setiap korban dari pihak kita berharga ribuan Goyim di mata Tuhan.