PROTOKOL  III

1.Hari ini, saya nyatakan bahwa tujuan kita tinggal beberapa langkah lagi. Masih ada sebuah ruang kecil untuk melintas dan seluruh jalan panjang yang telah kita tempuh saat ini siap menutup lingkaran simbol ular, itulah simbol yang melambangkan rakyat. Ketika cincin tertutup, seluruh negara-negara Eropa akan terkunci pada belitannya seperti terbelenggu dalam sifat buruk yang sangat kuat.

2.Ukuran konstitusi saat ini akan segera hancur, karena kita telah mengurangi keseimbangan akurat agar ukuran-ukuran tersebut akan terus terombang-ambing sampai mereka melalui poros tempat mereka berputar. Goyim terjebak dalam kekaguman bahwa ukuran konstitusi itu telah cukup terikat kuat dan selama ini terus berharap bahwa ukuran-ukuran tersebut akan seimbang. Namun, poros-poros itu – raja-raja pada tahta mereka, terkurung oleh perwakilan-perwakilan mereka, yang tak becus berperan, putus asa dengan kekuasaan mereka yang tak terkendali dan tak bertanggungjawab. Kekuasaan dan teror mereka sendiri bertiup ke istana-istana. Walau teror tersebut tidak bertujuan menyerang rakyat, namun ketika sampai ke tengah-tengah mereka, para raja tersebut tak dapat lagi menghabiskan masa bakti pada tahta mereka dan semakin giat melawan para pengejar kekuasaan. Kami telah membuat sebuah jurang pemisah – menemukan kedaulatan kekuasaan dan kekuatan buta rakyat sehingga keduanya kehilangan arti, seperti orang buta dengan tongkatnya, keduanya terpisah tanpa kekuatan.

3.Demi menghasut pengejar kekuasaan untuk menyalahgunakan kekuasaan, kita telah membentuk kekuatan yang saling bertentangan, menghancurkan kecenderungan liberal mereka akan kemerdekaan. Untuk tujuan ini, kita telah menghasut setiap bentuk perusahaan, mempersenjatai semua partai. Kita telah menetapkan kekuasaan sebagai sebuah target untuk setiap ambisi. Dari negara, kita ciptakan arena gladiator yang terhampar berita pertentangan yang membingungkan…sedikit lagi, maka kekacauan serta kebangkrutan mendunia… .

4.Para pengoceh tak habis-habisnya berpaling kepada perlombaan pidato menduduki parlemen dan dewan pemerintahan. Jurnalis yang berani seta pembuat pamflet yang tak bermoral setiap hari terjebak menyerang pejabat eksekutif. Penyalahgunaan kekuasaan akan memberi sentuhan akhir dalam mempersiapkan semua institusi-institusi untuk mereka gulingkan dan segalanya akan terbang ke angkasa di bawah tiupan massa yang menggila.

KEMISKINAN ADALAH SENJATA KITA

5.Semua orang benar-benar terjerat pada kerja keras melebihi dari sebelumnya, karena kemiskinan mereka terikat oleh perbudakan. Dari sini, dengan cara apapun mereka bisa terbebas, tapi mereka tak dapat terhindar dari keinginan. Kami telah menyertakan dalam konstitusi hak-hak yang bagi massa dijadikan khayalan, bukan yang sebenarnya. “Hak Rakyat”, yang disebut-sebut hanya ada dalam ide, sebuah ide yang tak pernah bisa terlaksana dalam praktek kehidupan. Apalagi bagi buruh proletar, mereka bertekuk lutut pada kerja kerasnya, dan dihancurkan oleh nasib hidup mereka. Jika seorang yang bicara berhak untuk membual, jika jurnalis berhak untuk menulis asal setiap omong kosong berdampingan dengan karya yang bagus, proletariat tidak memiliki keuntungan lain selain memungut remah-remah menyedihkan yang kita buang dari meja kita. Akhirnya, mereka sepakat memilih siapapun yang kita dikte, memilih orang yang kita tempatkan di kekuasaan, pelayan bagi agentur kita… . Hak kaum partai republik bagi orang miskin tidak lebih dari sekeping ironi pahit, karena keharusannya bekerja keras hampir setiap hari membuat hak-hak tersebut tak berguna baginya, namun di sisi lain merampas semua jaminan umum serta pendapatan pasti dengan menjadikan orang miskin bergantung kepada pemogokan-pemogokan oleh kawan-kawannya atau larangan bekerja oleh tuannya.

KAMI MENDUKUNG KOMUNISME

6.Rakyat di bawah arahan kita telah menghapuskan aristokrasi, yang merupakan satu-satunya pertahanan dan ibu angkat mereka, demi keuntungan mereka sendiri yang terikat dengan kesejahteraan rakyat. Saat ini, dengan kehancuran aristokrasi rakyat telah terperangkap dalam genggaman bajingan gerinda uang yang telah meletakkan beban kejam dan tanpa kenal ampun pada leher kaum buruh.

7.Kami muncul di layar bak penyelamat kaum buruh dari tekanan ketika kita menawarkan mereka untuk masuk ke dalam kelompok pasukan pertempuran kita – kaum sosialis, kaum narkis, kaum komunis – kepada mereka kami selalu memberikan dukungan yang dipandang sebagai aturan persaudaraan (solidaritas seluruh umat manusia) dari kelompok sosial masonry kami. Aristokrasi, yang telah dinikmati melalui hukum perburuhan, sangat menarik ketika melihat bahwa buruh telah diberi makan, sehat dan kuat, kami ternyata hanya tertarik pada hal sebaliknya – pada kemunduran, pembunuhan Goyim. Kekuasaan kami pada ada pada kronik kekurangan makan dan kelemahan fisik buruh. Karena dengan cara ini, secara langsung buruh menjadikan dirinya budak bagi kehendak kita, yang pada pemerintahnya ia tidak menemukan kekuatan dan energi untuk melawan kehendak kita. Kelaparan menciptakan hak bagi modal untuk memerintah buruh lebih besar daripada yang diciptakan oleh aristokrasi melalui kekuasaan hukum raja-raja.

8.Melalui keinginan dan kedengkian serta kebencian yang tercipta, kita harus menggerakan massa dan melalui tangannya, kita akan menyapu habis mereka yang menghalangi jalan kita,

9.Ketika saat penyerangan untuk Penguasa suci kita di atas seluruh dunia dimahkotai, tangan yang sama inilah yang akan menyapu habis setiap hal yang mungkin akan menjadikan penghalang ke sana.

10.Goyim (non Yahudi) sudah tak terbiasa lagi berpikir kecuali jika didesak para ahli kita. Untuk itu, mereka tidak terlihat kebutuhan mendesak akan kedatangan kerajaan kita. Bahwa sangat penting untuk melatih sekolah-sekolah nasional satu hal sederhana,  sekeping pengetahuan sejati, dasar dari semua ilmu pengetahuan tentang struktur kehidupan manusia, keberadaan sosial yang membutuhkan pembagian kerja, dan tentunya, pembagian orang-orang ke dalam kelas-kelas dan syarat-syarat. Penting agar semua orang tahu bahwa tidak ada penyetaraan apapun dalam perbedaan tujuan aktivitas umat manusia. Maka, dia yang dengan tindakan kompromi seluruh kelas tidak sama tanggung jawabnya di hadapan hukum, dengan dia yang tidak mengubah apa pun selain kehormatannya. Kebenaran pengetahuan tentang struktur masyarakat, sampai rahasia yang tidak kita akui kepada goyim, akan menunjukkan kepada semua manusia bahwa posisi serta kerja harus tetap dalam sebuah lingkaran yang pasti, bahwa lingkaran itu tidak akan menjadi sumber penderitaan umat manusia, muncul dari sebuah pendidikan yang tidak terkait dengan kerja sering dilakukan individu-individu. Setelah kajian menyeluruh tentang pengetahuan ini, rakyat dengan sukarela akan tunduk kepada penguasa dan menerima posisi mereka bagaikan telah diangkat oleh negara. Pada saat ini, ilmu pengetahuan dan arah yang telah kita berikan bagi perkembangan rakyat, dengan buta percaya hal yang telah tercetak, penghargaan-penghargaan – berkat kehendak untuk menyesatkan dan membodohi – kebencian buta terhadap semua kondisi yang diperhitungkan di atas, untuk itu tidak mengerti arti kelas dan syarat.

YAHUDI AKAN SELAMAT

11.Kebencian ini masih akan membesar karena sebuah krisis ekonomi, yang akan menghentikan transaksi mata uang dan akan memacetkan industri. Kita harus menciptakan melalui semua metode rahasia bawah tanah yang terbuka untuk kita dengan bantuan emas, yang semuanya telah kita kuasai, sebuah krisis ekonomi universal yang terus menerus harus kita lemparkan semua massa kelas pekerja seluruh negara-negara Eropa ke jalan. Kumpulan massa ini akan dengan senang hati bergegas menumpahkan darah siapa saja, karena kesederhanaan kebodohan mereka, telah mencemburui mulai dari tempat lahir mereka, yang hartanya kemudian dapat mereka rampas.

12.Milik kita tak akan mereka sentuh, karena momentum-momentum penyerangan akan kita ketahui dan kita akan mengambil langkah untuk melindungi diri kita sendiri.

13.Kita telah menunjukkan bahwa kemajuan akan membawa semua Goyim kepada alasan kedaulatan. Depotisme kita akan tepat bahwa kebijakan pelik mampu menentramkan segala pemberontakan, untuk membakar liberalisme keluar dari semua institusi.

14.Ketika rakyat banyak telah melihat segala macam konsensi tersebut, atas nama kemerdekaan yang sama mereka berkhayal menjadi Penguasa suci dan telah meloncati langkah kepada kekuasaan. Namun, biasanya, seperti orang buta lainnya telah menemukan sekumpulan batu sandungan, tanpa pernah memiliki hasrat untuk kembali ke keadaan sebelumnya, bergegas mencari sebuah petunjuk yang telah kita kuasai sepenuhnya. Ingat revolusi Perancis, bagi yang menamakannya “Agung”: rahasia persiapan revolusi Perancis sangat kita ketahui karena revolusi itu seluruhnya merupakan buah karya tangan kita.

15.Sejak saat itu kita telah emngarahkan rakyat dari satu kekecewaan ke kekecewaan lain. Pada akhirnya, mereka akan berpaling juga kepada kita dengan bersepakat kepada raja lalim Zion, yang kita persiapkan bagi dunia.

16.Pada saat ini, kita menjadi sebuah kekuatan internasional yang tak terkalahkan, karena mendapat dukungan dari negara lain apabila kita diserang oleh beberapa negara…inilah bajingan Goyim tak berdasar, yang maju perlahan pada pengingkaran mereka kepada kekuatan tapi tak mengenal ampun kepada yang lemah, tak kenal ampun terhadap kesalahan juga gemar pada kejahatan, tak ingin melahirkan kontradiksi dari sebuah sistem sosial bebas tapi sabar sampai kesyahidan di bawah kekerasan darah kelaliman – sifat-sifat mereka ini justru membantu kita kepada kemerdekaan. Dari pertunjukkan diktaktor pertama saat ini, rakyat Goyim menderita dengan sabar dan menanggung pelanggaran laiknya bila mereka telah memenggal sedikitnya dua puluh raja.

17.Apakah penjelasan dari fenomena ini, tingkah laku massa dengan kekacauannya terhadap apa yang muncul menjadi peristiwa dengan aturan yang sama?

18.Kenyataannya, diktaktor-diktaktor tersebut membisikkan kepada rakyat melalui agen-agen mereka dan melalui pelanggaran-pelanggaran ini. Mereka membebankan luka-luka pada negara-negara denga  tujuan tertinggi – mengamankan kesejahteraan rakyat, persaudaraan internasional bagi mereka semua, solidaritas mereka, dan kesetaraan hak. Mereka tidak mengatakan kepada rakyat bahwa penyatuan ini hanya terselesaikan di bawah penguasa tertinggi.

19.Maka, rakyat mengutuk yang jujur dan membebaskan yang bersalah, terus dan terus yakin bahwa rakyat dapat melakukan apa pun. Berkat penyataan ini, rakyat menghancurkan setiap kestabilitasan dan menciptakan kerusuhan pada setiap langkah.

20.Kata “Kemerdekaan” mengajak komunitas manusia untuk memerangi segala bentuk kekuatan, melawan setiap bentuk kekuasaan, bahkan melawan Tuhan dan hukum-hukum alam. Untuk alasan ini kami, ketika mewarisi kerajaan harus menghapuskan dunia dari kamus kehidupan. Seperti secara tidak langsung menyatakan, sebuah prinsip kekuatan kejam telah mengubah massa menjadi binatang haus darah.

21.Binatang-binatang ini, benar-benar tertidur lagi setiap saat mereka mabuk dengan darah, dan pada saat seperti itu dapat dengan mudah disumbat, dirantai mereka. Tapi, jika mereka tidak diberikan darah mereka tidak akan tertidur dan akan meneruskan perjuangan.