Protokol X

1.Hari ini saya akan mengulangi yang telah saya katakan sebelumnya, mohon Anda ingat baik-baik bahwa semua pemerintahan serta rakyat menyukai politik dengan tampilan luar. Dan bagaimana para Goyim mengerti arti hal yang mendasar ketika perwakilan mereka memberikan energy terbesar untuk menikmatinya sendiri? Bagi kebijakan kita, yang terpenting adalah mempertanggungjawabkan rincian ini. Rincian ini akan membantu ketika kita mempertimbangkan pembagian kekuasaan, kebebasan berbicara, pers, agama (iman), hukum organisasi, kesetaraan di hadapan hukum, kepemilikan harta milik yang tak terganggu gugat, tempat tinggal, perpajakan (gagasan kerahasiaan pajak), atau gerak reflek kekuatan hukum. Segala permasalahan tersebut harus tidak bersinggungan atau tidak terbuka di hadapan rakyat. Jika harus penting menyinggung permasalahan tersebut, maka dipaparkan tanpa penjelasan rinci, sehingga prinsip-prinsip hukum terkini hanya dipahami oleh kita. Alasannya agar kita bisa membatalkan ini dan itu tanpa harus menarik perhatian.

2.Rakyat menghargai cinta kasih dan mengakui kejeniusan kekuasaan politik serta menerima seluruh perbuatan kekerasan dengan tanggapan kagum : “ biadab, memang, benar-benar biadab, tapi pandai… sebut saja sebuah tipuan, diperankan dengan luar biasa, dikerjakan dengan bagus sekali, betapa lancangnya”.

Tujuan Kita – KEKUASAAN DUNIA

3.Kita berencana menarik semua bangsa-bangsa untuk mendirikan sebuah struktur dasar baru, proyek yang telah disusun oleh kami. Inilah sebabnya, sebelum segala sesuatu, amat penting untuk mempersenjatai diri dan mencamkan baik-baik bahwa kelancangan dan semangat yang timbul dalam pekerja kita yang aktif akan menghancurkan semua hambatan yang menuju ke jalan kita.

4.Setelah menyelesaikan kudeta, kita harus menyatakan pada banyak orang, “Keadaan semakin memburuk, semua telah jenuh dengan penderitaan. Kami menghancurkan penyebab penderitaanmu – kebangsaan, perbatasan, perbedaan mata uang.  Anda bebas untuk menyatakan hukuman terhadap kita, tapi mungkin Anda sudi mendengar penawaran kami…”. Maka kumpulan orang akan memuliakan kita dan berharap akan kemenangan. Voting, alat yang kami ciptakan, akan menyediakan kita sebuah tahta dunia dengan mengajarkan bahkan suara suku bangsa terkecil pun berarti di setiap pertemuan dan kesepakatan. Voting pulalah yang akan berperan jika ada yang berusaha mengenal kita lebih dekat sebelum mengecam kita.

5.Untuk mengamankan hal ini kita harus memastikan semua orang memilih tanpa syarat, tanpa membedakan kelas dan mayoritas absolut – yang tidak didapat di kelas-kelas berpendidikan. Dengan menanamkan keegoisan, kita menghancurkan pentingnya keluarga bagi Goyim dan nilai-nilai pendidikan keluarga. Sedangkan kemungkinan terpecahnya pikiran individu, kumpulan massa, dapat kita atasi. Tetapi tidak akan membiarkan mereka untuk tampil bahkan tidak juga membuat mereka mendengar. Kebiasaan mendengar hanya milik kita yang memberikan kepatuhan dan perhatian. Dengan cara ini, kita menciptakan sebuah kekuatan buta, kekuatan yang tidak akan pernah berpindah dari posisinya tanpa arahan agen yang kita tentukan sebagai pemimpin massa. Rakyat akan tunduk pada rezim karena tahu bahwa nafkah, kekuasaan, dan masukan segala macam keuntungan bersandar pada pemimpin ini.

6.Sebuah pemerintahan harus dating dari satu otak karena skema tersebut tidak akan pernah benar-benar terkunci jika memungkinkan untuk dipecah menjadi beberapa bagian di mata banyak orang. Karenanya, kita mungkin mengetahui skema tindakan tapi buka untuk didiskusikan karena akan mengganggu muslihatnya, keterkaitan antara bagian komponen tersebut, kekuatan praktek dari arti rahasia setiap anak kalimat. Mendiskusikan perubahan dalam sebuah tugas melalui pemungutan suara dimaksudkan untuk memberikan kesan terhadap cap semua rasionalitas dan kesalahpahaman yang gagal memasuki komplotan mereka lebih dalam. Kita ingin skema ini dapat diterapkan dengan kekerasan yang sesuai. Karena itu jangan melemparkan mahakarya pedoman kita kepada taring massa atau bahkan sebuah perusahaan terpilih.

7.Skema ini tidak memutarbalikan institusi yang ada. Skema ini hanya akan menyebabkan perubahan dalam ekonomi mereka dan berdampak pada kemajuan mereka, yang kemudian diarahkan sejalan dengan langkah dalam skema kita.

Racun LIBERALISME

8.Di antara berbagai nama yang ada di seluruh Negara, ada satu hal yang sama. Perwakilan, menteri, senat, dewan negara, legistlatif, dan korporasi eksekutif.  Saya tidak perlu menjelaskan pada Anda hubungan mekanisme institusi-institusi ini. Anda pasti telah menyadarinya. Hanya, ingatlah bahwa setiap institusi yang disebutkan di atas sesuai dengan beberapa fungsi negara, dan saya meminta Anda untuk menandai kata ”Penting“ yang saya gunakan bukan pada institusi tapi pada fungsi, sehingga bukan institusi yang penting melainkan fungsinya. Institusi-institusi ini telah terbagi di antara semua fungsi pemerintah – administratif, legislatif, eksekutif, seperti kerja organ-organ tubuh manusia. Jika kita melukai satu bagian dari mesin negara, negara akan jatuh sakit, seperti tubuh manusia, lalu…AKAN MATI.

9.Kita memperkenalkan kepada organisme negara racun liberalism, maka seluruh kompleksitas politik mengalami perubahan. Negara dirampas dengan sebuah penyakit manusia – meracuni darah. Semua yang tersisa hanya untuk menungggu akhir dari kematian kesombongan mereka.

10.Liberalism menghasilkan negara konstitusional, yang hanya menggantikan tempat satu-satunya penjaga Goyim, depotisme. Dan sebuah konstitusi, seperti yang Anda ketahui, tidak ubahnya sekolah perselisihan, salah paham, pertentangan, ketidak sepakatan, hasutan pihak yang tidak berguna, agitasi partai yang berguna – dalam satu kata, sebuah sekolah yang segalanya memenuhi tugas menghancurkan kepribadian aktivitas negara. Mimbar “para tukang bicara“ sama efektifnya dengan pers. Mengecam para penguasa atas ketidak aktifan dan ketidak mampuan, para penguasa pun menjadi tidak berguna dan berlebihan, hingga akhirnya para penguasa di beberapa dihentikan. Itulah saatnya republik terlahir. Para penguasa itu kami gantikan dengan penguasa dari pemerintahan fiktif – seorang presiden yang diambil dari salah satu kelompok boneka ciptaan kita, budak kita. Inilah dasar sumber yang telah kita letakkan di bawah rakyat Goyim.

Kami Menentukan Presiden

11.Pada masa mendatang kita harus menentukan tanggungjawab presiden.

12.Pada saat itu, kita harus berada pada posisi untuk mengabaikan pelaksanaan seluruh bentuk persoalan karena boneka pilihan kitalah yang bertanggungjawab. Apa peduli kita jika kelompok yang berjuang untuk kekuasaan harus disusutkan, jika terdapat jalan buntu dari kemustahilan menentukan presiden, sebuah jalan buntu yang akhirnya mengacaukan negara….?

13.Agar skema membuahkan hasil, kita harus mengatur pemilihan sejalan dengan presiden tertentu seperti yang ada pada masa kegelapan. Tanpa cela, atau beberapa “panama” dan lainnya. Kemudian, mereka akan menjadi agen terpercaya menyelesaikan rencana kita tanpa terbongkar dan dari mabisi kekuasaan, misalnya: kepemilikan hal istimewa, keuntungan, dan kehormatan terkait dengan kantor presiden. Dewan perwakilan akan menyediakan perlindungan, akan melindungi, akan memilih presiden, tapi kita harus merampas hak untuk mengajukan hal baru atau mengubah hukum yang berlaku, karena hak ini hanya ini akan diberikan oleh kita kepada presiden yang bertanggungjawab, boneka suruhan kita. Biasanya, kekuasaan presiden kemudian akan menjadi sasaran setiap bentuk penyerangan, tapi kita harus melengkapinya dengan alat pertahanan dalam hak untuk mengajukan banding terhadap rakyat, karena keputusan rakyat ada di pimpinan perwakilan mereka, untuk menyatakan, naik  banding terhadap budak buta kita – mayoritas dari kumpulan massa. Kita harus menanamkan pada kebebasan presiden, hal menyatakan perang. Kita harus membenarkan hak terakhir ini, karena sebagai presiden dan juga kepala seluruh angkatan bersenjata Negara, harus memiliki hak tersebut sebagai langkah penyelesaian, seperti: demi mempertahankan dari konstitusi republic yang baru, hak untuk bertahan yang akan menjadi milik presiden sebagai perwakilan yang bertanggungjawab dari konstitusi ini.

14.Singkatnya, dalam kondisi genting ini, tempat kekuasaan itu ada di tangan kita, dan tidak ada seseorangpun selain kita sendiri yang akan pernah mengarahkan kekuatan legislasi.

15.Selain itu, kita harus memahami konstitusi republik baru, merampas hak interpelasi dari dewan terhadap langkah-langkah pemerintah dengan alas an mempertahankan kerahasiaan politik. Kemudian, melalui konstitusi baru kita harus mengurangi jumlah perwakilan menjadi minimal, sehingga sejalan dengan pengurangan hasrat politik dan hasrat untuk berpolitik. Walau kita bahkan harus membakar yang minimal ini, kita harus melenyapkan mereka dengan seruan atas nama mayoritas rakyat… Tugas presiden akan tergantung pengangkatan presiden dan wakil presiden dari dewan dan senat. Daripada pertemuan berkala para parlemen kita harus mengurangi masa tugas mereka menjadi beberapa bulan. Selain itu, presiden, sebagai pimpinan kekuasaaan eksekutif memiliki hak untuk menyerukan pembubaran parlemen, juga untuk memperpanjang masa pengangkatan majelis parlemen baru. Namun, agar konsekuensi dari semua tindakan ilegal ini, tidak terlalu dini terhadap rencana kita,  serahkan tanggungjawab sesuai dengan ketentuan kita sebagai presiden. Kita harus menghasut para menteri dan pejabat-pejabat pemerintahnya yang lebih tinggi untuk melengserkan presiden, dengan cara membuat para menteri dan pejabat itu bertindak sendiri-sendiri. Buat mereka melakukan hal yang akan mengkambing hitamkan posisi presiden…untuk peran ini, kami secara khusus rekomendasikan dimainkan oleh senat, dewan negara, dewan menteri, tapi bukan dimainkan oleh individu pejabat.

16.Presiden akan menafsirkan arti dari hukum yang berlaku seperti yang dikenal oleh berbagai penafsiran. Selanjutnya, presiden akan membatalkan hukum-hukum yang berlaku sesuai petunjuk kita. Selain itu, ia akan memiliki hak untuk mengajukan hukum sementara, dan bahkan permulaan baru dalam kerja konstitusi pemerintah, alasan untuk satu atau persyaratan lain demi kesejahteraan tertinggi negara.

Kita Harus Menghancurkan

17.Kita harus meraih kekuasaan penghancuran sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, semua itu untuk permulaan. Kita berhak memperkenalkan kepada konstitusi Negara untuk mempersiapkan transisi penghapusan yang tidak terlihat setiap jenis konstitusi, dan kemudian tibalah saatnya untuk mengubah segala bentuk pemerintahan kepada kelaliman kita.

18.Pengakuan akan kelaliman kita juga aka nada sebelum penghancuran seluruh konstitusi, saat untuk pengakuan akan tiba ketika rakyat benar-benar lelah atas ketidak teraturan dan ketidakcakapan – itulah tugas kita – para penguasa mereka, lalu menuntut: “Enyahlah mereka, berikan kami satu raja dari segala dunia yang akan mempersatukan kami dan melenyapkan penyebab dari kekacauan – perbatasan, kebangsaan, agama, hutang Negara – yang akan member kita perdamaian dan ketenangan yang tidak kami dapati di bawah para penguasa dan wakil rakyat kami.

19.Pastinya, guna menghadirkan ungkapan yang sangat memungkinkan dikehendaki oleh seluruh bangsa-bangsa, alangkah pentingnya mempersulit hubungan rakyat dengan pemerintahan di semua Negara, sehingga umat manusia benar-benar letih akan pertikaian, kebencian, perjuangan, dengki. Bahkan dengan menggunakan siksaan, dengan kelaparan, DENGAN SUNTIKAN PENYAKIT, dengan keinginan, sehingga Goyim akan melihat berita lain dari pada mencari tempat perlindungan pada kedaulatan utuh pada uang dan hal lainnya.

20.Namun, jika kita member bangsa dunia sebuah tempat bernafas, amka kita tidak akan pernah mencapai saat yang telah lama kita nantikan.