Protolol XIV

1.Ketika kerajaan kita berkuasa, dilarang ada agama selain Tuhan Esa kita, tempat kita menggantung nasib karena kita sebagai orang pilihan, maka melalui-Nya pula nasib kita dipersatukan dengan tujuan-tujuan dunia. Kita harus, menyapu bersih segala bentuk kepercayaan lain. Jika hal ini melahirkan atheis yang kita lihat sampai saat ini, namun tidak akan menjadi sebuah tahapan transisional, ataupun campu tangan terhadap pandangan kita. Akan kita sediakan sebagai peringatan bagi generasi mereka yang akan mendengarkan ajaran Nabi Musa kita. Lalu, dengan sistem penjabaran menyeluruh dan stabil itu telah menghantar semua orang sedunia pada hal pokok kita. Di sana kita harus menekankan kebenaran mistis, letak dasar semua kekuasaan pendidikan… Kemudian, pada setiap kesempatan kita harus menerbitkan artikel-artikel yang harus memuat perbandingan antara penguasa dermawan kita dengan para penguasa masa lampau. Anugerah ketentraman didorong oleg agitasi berabad-abad, akan menghantarkan pada kekuasaan tertinggi yang kita tuju. Kesalahan pemerintahan Goyim akan kita gambarkan dalam corak yang paling hidup. Kita harus menanamkan kebencian mereka sehingga rakyat akan lebih memilih ketentraman di sebuah negara perbudakan ketimbang hak-hak kebeasan mereka yang telah menyiksa kemanusiaan dan meletihkan sumber keberadaan manusia, sumber-sumber yang pernah dieksploitasi oleh petualang bajingan massa yang tidak tahu apa yang mereka lakukan. Perubahan bentuk pemerintah yang tak bermanfaat, karena kita menghasut Goyim saat kita melemahkan struktur negara mereka, akan menghasilkan rakyat yang begitu letih sehingga mereka akan lebih memilih menderita di bawah kita daripada menghadapi resiko kembali memikul beban hasutan serta kesengsaraan yang telah mereka alami.

2.Pada saat yang sama, kita tidak boleh menghilangkan penekanan kesalahan historis pemerintah Goyim yang telah menganiaya umat manusia berabad-abad dikarenakan kurangnya pengetahuan akan segala hal tentang kemanusiaan karena sibuk mengejar bentuk fantastik dari berkat sosial, dan tidak pernah menyadari bahwa skema ini menghasilkan negara yang buruk dan tidak pernah lebih baik dalam hubungan universalnya yang sebenarnya merupakan dasar bagi kehidupan manusia.

3.Seluruh kekuatan prinsip-prinsip dan metode kita akan terletak pada fakta bahwa saat ini kita menjelaskan sebuah kontradiksi antara aturan kehidupan sosial yang mati dan yang telah tua membusuk.

4.Para filosof kita akan mendiskusikan kemunduran dari kepercayaan Goyim, NAMUN TIDAK SEORANGPUN AKAN MENDISKUSIKAN IMAN KITA DARI SUDUT PANDANG YANG BENAR KARENA DISKUSI INI AKAN SEPENUHNYA DIPELAJARI DARI ORANG YANG TAK SELAMAT, YANG TIDAK BERANI BERKHIANAT.

5.Di negara yang terkenal progresif dan mencerahkan, kita telah menciptakan sastra tanpa perikemanusiaan dan cabul. Setelah beberapa saat masuk pada kekuasaan, kita harus tetap mendorong keberadaannya guna memberikan cerita tertentu yang bertentangan dengan pidato-pidato, program-program partai yang akan disebarkan dari tempat-tempat agung kita. Orang bijak kita yang terlatih menjadi pemimpin-pemimpin Goyim akan menyusun pidato, proyek, memoar, artikel yang akan kita manfaatkan untuk mempengaruhi pikiran-pikiran Goyim, langsung mengarahkan mereka kepada pemahaman dan bentuk-bentuk pengetahuan tertentu yang kita tentukan.