Ketika Foto Selfie Meruntuhkan Amal

Apa itu “Selfie” ? Selfie adalah kosa kata dari bahasa gaul yang memiliki arti foto diri sendiri dengan menggunakan kamera yang dipegang sendiri juga. Perlu sekedar tahu, kata ini menjadi sebuah kata yang resmi yang masuk ke dalam Oxford Dictionary Online pada pertengahan tahun 2013. Setelah “selfie” kemudian muncul istilah baru walaupun belum tren yaitu “groufie” yang memiliki arti foto bareng dengan gaya narsis (untuk jadi perhatian atau diperhatikan orang lain). Orang atau sekelompok orang yang melakukan foto selfie maupun groufie ini kemudian diunggah di media sosial bukan untuk sebagai koleksi pribadi seperti yang tersimpan dalam album foto keluarga atau file foto digital pribadi.

Selfie atau groufie ini mulanya hanya sebagai katarsis pertemanan tertutup tetapi setelah adanya media sosial yang mana bisa merambah ke pertemanan di dunia maya, dimana seseorang bisa menjalin pertemanan dengan siapapun tanpa mengenal asal dan tempat teman. Dan foto selfie dan groufie ini akhirnya dapat dilihat oleh siapapun, kapanpun, dimanapun selama ada akses internet yang bisa mengakses foto-foto tersebut di situs media sosial. Yang menjadi masalah sekarang adalah bagaimana bila perilaku selfie dan atau groufie ini tidak hanya merekam kegiatan pribadi dan sosial biasa melainkan merambah pada kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan ibadah bagi seorang muslim.

Seorang muslim, ketika sedang membaca al Qur’an, sedang tawaf pada rukun umrah atau haji, atau sedang sa’i umpamanya. Melakukan selfie baik dilakukan sendiri atau dilakukan rekan lainnya terhadap seseorang yang melakukan hal-hal seperti tadi. Berbeda ketika kegiatan tersebut sebagai media pembelajaran, atau kegiatan yang untuk sebagai syi’ar. Padahal sudah jelas ketika kita beribadah hanya untuk mendapat perhatian orang lain bukan perhatian dari Sang Khaliq sebagai tujuan utama peribadatan adalah sebuah kerugian yang sangat besar. Selain tidak mendapatkan nilai di sisi Allah SwT, juga justru meruntuhkan nilai ibadah kita, mengganggu keikhlasan hati, dan bisa juga mengganggu aktivitas ibadah orang. Bayangkan saja, saat sa’i atau tawaf, seseorang sibuk membuat rekaman aktivitas dirinya, jelas mengganggu aktivitas ibadah orang lain. Allahu Akbar.

Maka berhati-hatilah dengan selfie atau groufie , untung saja saat sholat tidak bisa selfie. Bayangkan, saat takbiratul ikram, sambil mengangkat tangan, ia sempatkan diri untuk mengambil scene gambarnya di saat rukun itu. Atau saat sujud, salah satu tangannya memegang kamera dan memfoto dirinya sendiri….kacau deh… J

Wallahu a’lam bis shawwab

(Goesprie, 09 2015)